Beberapa strategi yang perlu untuk ditinjau diantaranya yaitu :
1. Kolaborasi
Dimulai dari hal sederhana yang akan mudah untuk diwujudkan yaitu dengan memfasilitasi kesempatan untuk berkolaborasi.
Melalui cara ini, diharapkan akan memberikan celah antara Baby Boomers dan Millenials agar bisa saling mengenal.
Pada umumnya, kecenderungan secara alami akan membuat kaum Milleniel berkumpul dengan sesamanya, begitu pun halnya dengan kaum Baby Boomer.
Hanya saja, kesalahpahaman satu sama lain akan dapat diminimalisir apabila kedua golongan ini terlibat dalam interaksi yang intens dan teratur.
Baca Juga: Sendratari Musikal TITIS TUTUS Akan Segera Digelar di Taman Budaya Kalimantan Tengah
Strategi terbaik untuk mewujudkan hal ini, yaitu dengan menangkap peluang untuk bagaimana dapat melakukan pendampingan terbaik secara non-formal.
Apabila pada budaya yang konvensional pekerja senior yang membimbing pekerja baru yang lebih muda, maka hal yang berkebalikan pun bukan tidak mungkin untuk diwujudkan.
Dalam konteks ini, para Millenial dapat bersedia untuk membimbing para Boomer dalam hal teknis yang berbasis teknologi modern, di samping Baby Boomers menjalankan peran pendampingan secara formal.
2. Keberagaman Anggota Tim
Jika penerapan startegi pertama dapat berjalan dengan lancar, maka dapat diterapkan pula penciptaan tim yang anggotanya berstatus multi-generasi.
Latar belakang startegi ini dicetuskan adalah untuk menghindari adanya output berupa status quo ketika individu dengan pemikiran yang sama berkumpul.