Al Tayer, Pastorello, Al Abdulrazzaq dan Radetic melakukan start yang baik dan memperoleh keunggulan melalui pelampung belokan pembuka dalam kondisi cuaca hangat, lembab dan mendung.
Al Tayer menyelesaikan lap pertama dengan keunggulan 1,22 detik atas Pastorello dan memperbesar keunggulannya menjadi 1,66 detik hingga lap ketiga.
Pebalap Tim Abu Dhabi itu terus menjauhi legenda Prancis itu dan menambah keunggulan 2,73 detik pada lap kelima.
Kuartet terkemuka menduduki stasiun dengan pelari depan Permphon Teerapatpanich dan Runabout GP1 dan mantan Juara Dunia Medori berada di urutan kelima dan keenam.
Chen Shan dari Tiongkok mundur setelah dua lap, sementara Cliff Ellmers dari Australia kesulitan di belakang lapangan sepanjang balapan.
Pastorello secara bertahap mulai memangkas keunggulan Al Tayer dan selisihnya berkurang menjadi 1,59 detik melalui lap sembilan dan 0,608 detik setelah lap 10 dengan hanya tersisa 12 menit dari balapan yang berdurasi 35 menit tersebut.
Radetic berhasil melewati Al-Abdulrazzaq dan merebut tempat ketiga, saat peringkat Kuwait itu merosot karena masalah mekanis hingga akhirnya finis di urutan ke-15.
Permphon naik ke posisi keempat dan Medori ke posisi kelima dengan Molina Miranda menyelinap ke posisi keenam.
Al Tayer berhasil menangkis tantangan Pastorello dan mencapai finis 2,13 detik di depan pembalap Prancis itu dengan Radetic yang mengisi podium setelah 16 lap balapan.
Balapan kedua dimulai pukul 14.00 (waktu setempat) di jalur menakjubkan sepanjang 3,9 km di utara danau, yang merupakan bagian dari Geopark Global UNESCO Kaldera Toba dan merupakan salah satu dari lima geopark global UNESCO di Indonesia.
(Tim Kalimantan Satu 01)