Armand juga menjelaskan bahwa semua medali yang diberikan kepada para juara sudah melalui proses quality check (QC) sebelum diserahkan.
"Pada saat membuat medali tersebut, kita sudah melalui tahapan QC dari tim kami kepada vendor, dan hasilnya baik," tambahnya.
Reaksi Media Sosial
Kondisi medali Jonatan Christie yang rusak memicu perbincangan di media sosial, terutama di platform X (sebelumnya dikenal sebagai Twitter).
Banyak pengguna yang menyayangkan kualitas medali yang diberikan dalam turnamen sebesar Indonesia Masters, mengingat ini merupakan salah satu ajang bergengsi bulu tangkis internasional.
Beberapa netizen juga menyuarakan dukungan kepada Jonatan dan berharap panitia segera menyelesaikan masalah tersebut.
“Dengan level turnamen seperti ini, harusnya medali yang diberikan punya kualitas tinggi. Kasihan Jonatan,” tulis salah satu pengguna X.
Indonesia Tanpa Gelar di Rumah Sendiri
Selain Jonatan Christie, ganda putra Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto juga berhasil mencapai babak final.
Sayangnya, mereka juga gagal meraih gelar setelah dikalahkan oleh pasangan Malaysia.
Dengan demikian, Indonesia gagal membawa pulang gelar juara dalam turnamen yang digelar di kandang sendiri.
Meski hasil ini mengecewakan, perjuangan para atlet Indonesia tetap mendapat apresiasi dari publik.
Kasus kerusakan medali ini diharapkan menjadi bahan evaluasi bagi panitia pelaksana agar insiden serupa tidak terulang di masa depan.
Baca Juga: Bangkok Zona Merah ! Dampak Polusi Udara Ekstrem, Thailand Gratiskan Transportasi Umum