Lubang tabung radiator memiliki ukuran yang sangat kecil, sehingga ketika Anda hendak melakukan pengisian, airnya jangan langsung menuangkannya tanpa menggunakan alat bantu.
Bukan tidak mungkin ini akan membuat air tercecer dan terbuang percuma jika Anda langsung menuangkannya.
Selain karena terbuang sia-sia, air yang tercecer tersebut pun juga dapat membahayakan.
Air radiator tersebut bisa saja menyebabkan terjadinya korsleting listrik maupun membuat komponen berkarat.
Selain itu, mesin yang terkena air radiator bisa saja mati.
Oleh karena itu, ketika Anda melakukan pengisian air radiator mobil, jangan lupa memakai alat bantu, seperti sebuah corong.
Pemakaian corong seperti ini dapat memberi kemudahan dan meminimalisir tercecernya air radiator sehingga terbuang percuma.
5. Isi Air Radiator dengan Ukuran yang Pas
Pengisian air radiator jangan sampai terlalu berlebihan, apalagi kurang.
Isilah dengan ukuran yang pas, sampai batas maksimumnya saja, jangan sampai melebihinya. Pengisian air radiator yang terlalu berlebihan juga akan membahayakan.
Meskipun jarak batas maksimum dengan tutup reservoirnya terbilang masih jauh, hentikan pengisiannya.
Bila pengisian melebihi batas maksimum, ada hal yang sangat dikhawatirkan ketika mobil tengah berjalan.
Ketika mesin hidup dan mobil berjalan, air radiator akan mengalami sirkulasi yang nantinya akan kembali ke tabung lagi.
Jika air radiator dalam kondisi terlalu penuh, pasti akan secara langsung mengarah pada bagian pembuangan.
Jangan lupa, ketika Anda melakukan pengisian air radiator, mesin mobil harus dalam kondisi menyala.