Kalimantansatu - Alat utama sistem persenjataan (Alutsista) milik Ukraina semakin bertambah seiring berlarut-larutnya operasi militer Rusia yang pada 7 Juni 2022 ini memasuki hari ke 104.
Alutsista dan kendaraan tempur (ranpur) yang masuk ke Ukraina selain melalui bantuan militer dan rampasan perang, juga dibeli dari perusahaan swasta seperti M109 Self Propelled Howitzer (SPH) dari OIP Land Systems Belgia.
M109 Self Propelled Howitzer yang dibeli Ukraina ini adalah unit artileri bergerak utama atau alutsista yang digunakan NATO dan sejumlah negara Barat.
Selama lima puluh tahun terakhir M109 Self Propelled Howitzer masih menjadi andalan di medan tempur seperti pada konflik Ukraina Rusia ini.
Sejak pertengahan tahun 50an alutsista ini terus dikembangkan baik dari sisi desain hingga kemampuan tempurnya.
Versi awal M108 dan M109 menggunakan sasis M113 APC, tetapi M109 lebih berat dan memiliki senjata yang lebih besar dibandingkan dengan prototype M108.
Memasuki tahun 70an M109 menjadi salah satu tulang punggung berbagai negara dan diperkirakan ada sekitar 7000 unit yanghingga akhirnya menjadi SPH standar untuk NATO.
M109 ini dipersenjatai dengan meriam howitzer M126 155 mm/L23dan dilengkapi dengan 28 butir amunisi.
Biasanya alutsista ini didukung oleh kendaraan suplai amunisi lapis baja M992 ataupun truk suply lainnya.
Berikut spesifikasi standart dari M109 Self Propelled Howitzer
Negara Asal : Amerika Serikat
Memasuki layanan : tahun 1963
Kru : 6 orang
Dimensi dan berat
Bobot : 24,07 ton
Panjang (meriam ke depan) : 9,12 m
Panjang lambung : 6,19 m
Lebar : 3,15 m
Tinggi : 3,28 m