KALIMANTAN SATU - Kabupaten Kotawaringin Timur, Provinsi Kalimantan Tengah dikepung banjir parah, wilayah utara dikabarkan sudah 1 bulan tertimpa bencana banjir.
Intensitas hujan yang cukup tinggi sejak awal bulan Oktober di berbagai wilayah di Kalimantan Tengah membuat sejumlah aliran siungai meluap dan menggenangi wilayah pemukiman seperti di utara Kotawaringin Timur.
Sungai Mentaya meluap dan merendam rumah-rumah warga yang tinggal di bantaran sungai Mentaya seperti di Desa Hanjalipan Kecamatan Kota Besi Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah.
Baca Juga: Kyiv Klaim 3 Helikopter Hempur Rusia Jenis Ka 52 Alligator DItembak Jatuh Pasukan Ukraina di Kherson
Seperti laporan warga sudah hampir 1 bulan lebih warga Desa Hanjalipan Kecamatan Kota Besi Kab. Kotim, Kalteng masih bertahan dirumah walaupun tergenang banjir.
Akibat bencana banjir ini, pekerjaan warga Desa terhenti, dan mereka berharap banjir lekas surut dan warga desa bisa beraktifitas kembali.
Dampak dari Banjir yang berkepanjangan ini membuat terganggunya aktifitas ekonomi warga desa, dampak kesehatan, hingga dampak sosial.
Baca Juga: Menteri Pertanan Ukraina, Oleksii Resnikov Akan Sampaikan Rincian Paket Bantuan dari Amerika Serikat
"Alhamdulillah, hari ini saya dapat meninjau secara langsung kondisi banjir sekaligus menyerahkan bantuan untuk korban banjir di Desa Sebabi Kecamatan Telawang." ungkap Bupati Kotawaringin timur melalui account instagram @halikin_1.
"Dalam hal ini Pemerintah Daerah terus berusaha sekuat tenaga dan secepat mungkin membantu korban banjir sehingga tidak sampai ada yang telantar." tulis account ini.
"Dalam pantauan hari ini, saya bersyukur karena banjir hari ini berangsur-angsur surut, Pemerintah Daerah terus memantau kondisi banjir dan korban banjir hingga banjir benar-benar surut." lanjut unggahan ini.
Baca Juga: Jadwal Acara RCTI Hari Ini, Senin 24 Oktober 2022 : Saksikan Preman Pensiun S7 Hingga Ikatan Cinta
Menurut laporan terakhir yang diterima BPBD masih terdapat 19 Desa yang terkena musibah banjir.
"Marilah kita berdoa agar intensitas hujan berkurang agar banjir yang sudah surut ini tidak naik lagi sehingga aktivitas masyarakat kembali normal." ungkap Halikinnor.
"Saya berterimakasih kepada pihak-pihak perusahaan yang sudah memberikan bantuan kepada masyarakat terdampak banjir serta mengajak kembali seluruh perusahaan yang ada di wilayah Kab. Kotim untuk peduli dengan lingkungan dan masyarakat sekitar." tutup unggahan ini.***