edukasi

Kandungan Surah Al -fatihah, Surah Pertama Dalam Al Quran yang Berisi Akidah hingga Kisah - Kisah

Kamis, 2 November 2023 | 06:05 WIB
Alquran Kitab Suci Umat Islam (Pixabay/AzmanMido)

KALIMANTANSATU.COM - Surah Al-Fatihah adalah surah pertama yang terdapat di dalam Al-Quran, diturunkan di Mekkah sehingga tergolong surah makiyah.

Surah ini memiliki arti pembukaan, sebab karena letaknya diawal atau paling pertama, memiliki jumlah ayat sebanyak tujuh ayat.

Al-Fatihah juga menjadi surah yang sangat penting dalam melaksanakan sholat, sebab tidak sah sholatnya seseorang jika tidak membaca surah Al-Fatihah.

Baca Juga: Tempat dan Waktu yang Baik Untuk Berdoa Agar Doa Kita Cepat di Kabulkan, Kapankah Itu ?

Surah Al-Fatihah memiliki kandungan yang berisi tentang akidah hingga kisah kisah, berikut ini adalah kandungan yang terdapat dalam surah pembuka dalam Al-Quran ini, yang sudah Kalimantan Satu rangkum daribeberapa sumber.

1. Akidah

Akidah yang disampaikan Allah SWT dalam Al-Quran kemudian disampaikan kepada manusia melalui Nabi SAW. Pada akidah ini mengajarkan mengenai keimanan atau keyakinan yang dikenal sebagai rukun iman yang berjumlah enam; iman kepada Allah, para malaikat, kitab-kitab, para rasul, hari kiamat, serta qada' dan qadar-Nya.

Mengenai makna akidah tauhid dalam surat Al Fatihah, terkandung hampir di seluruh ayatnya. Tauhid yang dimaksud dalam hal ini meliputi tauhid uluhiyah (mengesaankan Allah lewat aktivitas ibadah yang dilakukan), tauhid rububiyah (meyakini bahwa segala penciptaan langit dan bumi adalah kuasa Allah) , dan tauhid asma wa sifat (beriman kepada nama-nama Allah dan sifat-sifatnya).

2. Ibadah

Pada nilai ibadah diterangkan dalam ayat kelima, di mana Allah SWT secara langsung mengajarkan hamba agar menyembah hanya kepada-Nya semata.

Ibadah juga merupakan hak Allah, dan kewajiban para hamba-Nya.

3. Hukum-hukum

Dalam surat Al Fatihah, penjelasan mengenai peraturan Allah SWT dinyatakan dalam ayat enam: "Tunjukilah kami jalan yang lurus." Jalan yang membimbing manusia kepada keselamatan, serta kesejahteraan hidup dunia akhirat.

Hal ini menunjukkan peraturan yang menjelaskan bahwa jalan yang lurus adalah mengetahui kebenaran dan mengamalkannya, sedangkan semua yang menyimpang dan tersesat termasuk meragukan hal tersebut.

Baca Juga: Cara Berdoa yang Baik dan Benar Sesuai Tuntunan, Amalkan Ya Sahabat !

4. Janji dan Ancaman

Halaman:

Tags

Terkini