KALIMANTANSATU.COM - Jauh sebelum diskusi modern tentang kesehatan mental, terdapat satu nama dari abad ke-9 yang jarang terdengar namun meninggalkan warisan penting dalam dunia psikologi, dia adalah Abu Zayd Al-Balkhi.
Lahir pada tahun 850 M di Shamistiyan, Balkh (kini Afghanistan), Al-Balkhi dikenal sebagai seorang cendekiawan muslim yang mempelajari banyak bidang, mulai dari geografi, matematika, hingga ilmu jiwa.
Pada masa mudanya, Al-Balkhi belajar di Irak, salah satunya kepada filsuf terkenal Abu Yusuf al-Kindi. Perjalanannya ke pusat peradaban Islam yang tengah mengalami masa keemasan membentuk cara pandangnya.
Dalam karyanya 'Masalih al-Abdan wa al-Anfus' atau yang artinya Makanan untuk Tubuh dan Jiwa, Al-Balkhi menyebut kesehatan jiwa sama pentingnya dengan kesehatan tubuh.
Baca Juga: BMW X3 Dinobatkan SUV Favorit di GIIAS 2025, Tapi Nggak Lepas dari Catatan Negatif Nih. Apa ya ?
Pada abad ke-9 Masehi, Al-Balkhi telah memperkenalkan konsep al-Tibb al-Ruhani (pengobatan jiwa) dan Tibb al-Qalb (pengobatan hati), istilah yang pada masa itu sangat revolusioner.
Baginya, seseorang tidak bisa sehat sepenuhnya bila tubuh dan jiwanya tidak saling mendukung. Ia bahkan membagi gangguan emosional menjadi empat kelompok utama: rasa takut dan cemas, kemarahan dan agresi, kesedihan dan depresi, serta obsesi.
Al-Balkhi juga mengkritik para tabib pada masanya karena terlalu fokus pada penyakit fisik. Dalam karyanya, ia menulis: "Karena manusia tersusun dari jiwa dan tubuh, maka kesehatan sejati tidak akan terwujud tanpa keduanya berjalan selaras,"
Pemikiran Al-Balkhi tak lepas dari pengaruh ajaran Islam. Ia merujuk pada ayat Qur’an seperti “Dalam hati mereka ada penyakit” (QS 2:10), serta hadis Nabi Muhammad yang menyebut hati sebagai pusat kebaikan dan keburukan manusia.
Berkaca dari hal itu, sang pemikir Islam yang hidup ribuan tahun yang lalu, telah mengajarkan warisan panjang yang sudah ada sejak abad pertengahan Islam.
Hari ini, ketika dunia menghadapi krisis kesehatan mental yang serius, karya dan gagasan Al-Balkhi terasa relevan untuk kembali diselami.
(*)
Artikel Terkait
Chelsea Gracia Ucap Terima Kasih ke Prabowo Subianto, Pengidap Kelainan Tulang Langka itu Kini Pindah di Sekolah Negeri
Presiden Prabowo Subianto Dapat Medali Kehormatan U.S. Special Operations Command atas Dedikasi Kepemimpinannya
Viral KRL Arah Bogor ke Jakarta Kota Anjlok, Kini KAI Terapkan Rekayasa Rute
Update Kasus Pelajar SMK Ditebas Celurit hingga Tewas di Cibiru, Polrestabes Bandung Ungkap Motifnya
Viral Video Oknum Debt Collector di Depok Diduga Beli Data Pribadi Warga Untuk Modus Penarikan Kendaraan di Jalan
BMW X3 Dinobatkan SUV Favorit di GIIAS 2025, Tapi Nggak Lepas dari Catatan Negatif Nih. Apa ya ?
Shin Tae-yong Menjadi Pelatih Baru Klub Korsel Ulsan HD Gantikan Mantan Pelatih Malaysia Kim Pan Gon
Lagi Viral Video Tradisi di Brebes, Pengantin Wanita Digendong saat Lalui Jembatan Sungai Pemali
Fariz RM Dituntut 6 Tahun Penjara atas Kasus Narkoba, Pengacara: Pengguna tapi Dituntut Sebagai Pengedar
Festival Golo Koe Bunda Maria Assumpta Nusantara 2025 Menjadi Daya Tarik Wisata Inklusif di Mainland Labuan Bajo