Dalam Bahasa Yunani paradeigma atau para dan deiknunai yang artinya untuk membandingkan, bersebelahan (para), dan memperlihatkan (deik).
Dari serapan Bahasa Yunani tersebut, bisa diartikan bahwa paradigma merupakan cara pandang orang terhadap diri dan juga lingkungannya yang akan mempengaruhinya dalam berpikir (kognitif), bersikap (afektif), dan bertingkah laku.
Selain itu, paradigma juga bisa berarti seperangkat asumsi, konsep, nilai, dan praktik yang diterapkan dalam memandang realitas dalam sebuah komunitas yang sama, terlebih dalam disiplin intelektual.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), paradigma adalah model dalam teori ilmu pengetahuan.
Dalam percakapan sehari-hari, istilah paradigma adalah berpikir.
Sebab, paradigma merupakan model utama, pola, ataupun metode untuk meraih beberapa jenis tujuan.
Seringkali paradigma disebut sebagai sifat yang paling khas atau dasar dari sebuah teori ataupun cabang ilmu.
Baca Juga: Apa itu DSP atau Digital Signal Processing ? Ternyata, Teori Dibalik DSP Sangat Kompleks loh Sahabat
Pengertian Paradigma Menurut Ahli
1. Thomas Kuhn
Thomas Kuhn merupakan orang yang pertama kali memperkenalkan istilah ini melalui bukunya yang berjudul The Structure of Scientific Revolution.
Menurutnya, arti dari paradigma sendiri adalah suatu landasan berpikir, konsep dasar, dan juga landasan berpikir yang dipakai atau dianut sebagai model ataupun konsep dasar para ilmuwan dalam melakukan studinya.
Di dalam bukunya itu, Kuhn menyebutkan bahwa paradigma adalah temonologi kunci yang dipakai dalam perkembangan ilmu pengetahuan.
2. Robert Friedrichs
Robert Friedrichs adalah salah satu orang yang pertama kali mendefinisikan istilah ini secara gamblang.