2. Meringankan Asthma
Khasiat pemecahan lendir juga dapat diperoleh melalui eucalyptus pada penderita asma atau sesak napas, yang mana hasil ini merupakan output dari sebuah penelitian awal.
Dosis steroidasi yang biasa diresepkan bagi mereka yang mengidap asma bahkan dapat diturunkan melalui terapi eucalyptus.
Hanya saja, konsultasi dan rekomendasi dari dokter tetap dibutuhkan sebelum memutuskan untuk mendapatkan terapi ini.
Baca Juga: UPDATE Penanganan Jenazah Eril di Bern, Swiss, Ridwan Kamil Menjelaskan Kenapa Jasad Eril Masih Utuh
Terlebih lagi, apabila pengidap mempunyai riwayat alergi terhadap paparan minyak kayu putih yang mungkin justru akan memperburuk kesehatan.
3. Meredakan Pilek
Sebagai salah satu bahan umum yang terkandung pada obat pilek, flu, dan batuk, kandungan eucalyptus juga dapat memperluas bronkus dan bronkiolus paru-paru.
Namun, kegunaan utama yang dimanfaatkan adalah perannya sebagai cineole yang dapat mengurangi berbagai gejala pilek.
Baca Juga: 7 Tips Menjaga Kesehatan Paru-paru, Salah Satunya Rutin Minum Air Putih yang Cukup
Hidung tersumbat, sakit tenggorokan, dan sakit kepala dapat diringankan dengan cara kerjanya yang mengurangi peradangan hingga penumpukan lendir.
Minyak eucalyptus dapat digunakan dengan cara dioleskan ke dada dan leher agar aromanya dapat terhirup dan memberikan khasitat.
Akan tetapi, hindari untuk mengonsumsi minyaknnya yang belum diproses sebagai obat minum, bahkan dalam dosis yang kecil sekalipun karena akan bersifat racun apabila tertelan.
Baca Juga: 8 Tips dan Trik Sederhana untuk Menghentikan Kecanduan Merokok, yang Terakhir Sangatlah Bermanfaat
4. Meringankan Sakit Kepala