Sudah menjadi kebiasaan masyarakat Indonesia untuk menghirup dan mengoleskan minyak kayu putih pada saat dalam kondisi gejala pusing dan sakit kepala.
Kebiasaan ini ternyata cukup dapat dibenarkan karena efek berkurangnya rasa sakit ternyata diperoleh berkat senyawa cineole dan limonene sebagai anti-inflamasi yang terkandung di dalamnya.
Pernyataan tersebut bahkan telah dibuktikan melalui rujukan yang didapatkan dari National Libary of Medicine.
Sistem pengobatan secara tradisional juga bahkan tidak luput untuk turut memanfaatkan eucalyptus untuk pembersihan sinus dan meringankan gejala peradangan.
Diketahui juga, bahwa apabila dipadukan dengan peppermint, maka keefektifan khasiatnya pada saat dioleskan ke dahi dan pelipis akan melampaui acetaminophen dan aspirin.
5. Meringankan Nyeri Sendi
Rasa sakit atau peradangan yang diakibatkan oleh pengapuran dan radang sendi dapat diringankan apabila didapati gejala berupa sakit punggung, maupun cedera pada sendi dan otot.
Penelitan dari American Journal of Physical Medicine telah mendukung pernyataan ini.
6. Mengobati Luka
Risiko infeksi yang mengintai setelah menadapatkan sejumlah luka dapat dicegah dengan sifat antibakteri sebagai kandungan pada eucalyptus.
Sehingga krim atau salep yang mencantumkan eucalyptus pada keterangan komposisinya akan dapat mempercepat proses penyembuhan luka.
Baca Juga: Tips Fitnes Bagi Manula: Mitos Olahraga Untuk Orang Tua, Cardio VS Latihan Beban
7. Mengontrol Gula Darah