kalbar-borneo

Sejarah Gedung Atap Lengkung Loa Kulu Kalimantan Timur Berawal dari Masa Pemerintah Kolonial Hindia Belanda

Rabu, 4 Oktober 2023 | 10:25 WIB
Gedung Atap Lengkung Loa Kulu Kalimantan Timur (Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemendikbud)

KALIMANTANSATU.COM - Sahabat Generasi Emas, sudah tahu sejarah Gedung Atap Lengkung Loa Kulu Kalimantan Timur ?

Jika belum, ada baiknya kamu mengetahui dengan membaca konten ini hingga tuntas.

Masyarakat Kalimantan Timur tentunya sudah tidak asing nih dengan Gedung Atap Lengkung Loa Kulu.

Oh ya, pada masa pemerintahan kolonial Hindia Belanda, Loa Kulu merupakan daerah penghasil batu bara yang cukup penting.

Ini ditandai dengan dioperasikannya perusahaan tambang batu bara bernama Oost-Borneo Maatschappij (OBM) pada akhir abad ke-19.

Eksploitasi batu bara di Kecamatan Loa Kulu berakhir pada tahun 1970, tepat 2 tahun setelah diambil alih PN Tambang Batu bara dari OBM pada tahun 1968.

Baca Juga: Sejarah Untan Pontianak atau Universitas Tanjungpura Pontianak yang Berawal dari Universitas Daya Nasional

Dikutip Kalimantan Satu dari laman Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, sejak saat itu, Loa Kulu yang semula ramai, berangsur-angsur mulai sepi ditinggalkan ribuan pekerja tambang.

Seiring berjalannya waktu, Kecamatan Loa Kulu mulai ramai kembali dengan dikembangkannya sektor pertanian dan perkebunan utama di Kabupaten Kutai Kartanegara yang ditandai dengan pembukaan lahan untuk persawahan dan perkebunan kelapa sawit.

Hingga saat ini, peninggalan kolonial yang berada di Kecamatan Loa Kulu masih dapat dijumpai.

Adapun sisa tinggalannya yakni berupa Gedung Atap Lengkung.

Sejarah Gedung Atap Lengkung Loa Kulu

Lokasi Gedung Atap Lengkung Loa Kulu berada di Jl. A. Yani, Kelurahan Loa Kulu Kota, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur.

Aksesibilitas menuju situs ini dapat ditempuh menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat.

Halaman:

Tags

Terkini