Gedung Atap Lengkung telah terdaftar pada Sistem Registrasi Nasional Cagar Budaya pada tanggal 22 Oktober 2016 dengan nomor ID objek PO 2016102201380.
Masih dikutip dari sumber yang sama, bangunan ini berada di bawah kepemilikan Pemerintah Daerah Kutai Kartanegara dan pernah dihak gunakan kepada perusahaan batu bara.
Dulunya gedung ini adalah gudang milik Oost-Borneo Maatschappij (OBM) yang merupakan perusahaan tambang batu bara pertama di Loa Kulu. Bangunan ini memiliki ukuran panjang 36,8 m dan lebar 16 m dan menghadap ke arah barat (BP3 Samarinda, 2012).
Pada tahun 2018 tepatnya pada hari Kamis, 11 Oktober pukul 06.30 WITA bagian depan gedung atap lengkung rubuh.
Robohnya bagian depan bangunan tersebut disebabkan oleh kondisi cuaca yang saat itu hujan deras disertai angin kencang.
Sehingga, struktur dinding tidak dapat menopang berat atap.
Menurut Staf Pelestarian Cagar Budaya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Kartanegara, Izhariansyah, menyebutkan, selain dari faktor usia, bangunan tua peninggalan Belanda itu roboh di bagian depan saat hujan tengah mengguyur Loa Kulu dan sekitarnya.
Bangunan gedung ini berupa tembok bata tebal dengan bagian atapnya berbentuk lengkung terbuat dari seng, tepatnya terdapat enam lengkungan atap yang berjajar ke belakang.
Ruangan utama berupa ruangan luas dengan lima atap lengkung.
Pintu ruangan ada 4 (empat) buah yaitu dua pintu di sisi selatan bangunan dan dua lainnya di barat dan timur bangunan.
Pada saat ini, kondisi atap mengalami korosi akibat fluktuasi suhu dan cuaca, dan ada beberapa atap lengkung telah hilang dan tinggal tersisa rangkanya.
Selain itu ada bagian tiang penyangga bangunan yang sudah roboh.
Sehingga, bagian atapnya terjuntai ke bawah dan ditumbuhi tumbuhan berakar menjalar serta semak-semak yang cukup rapat.
Secara keseluruhan, kondisi bangunan saat ini tidak terawat dan sudah mengalami banyak kerusakan.
Bagaimana, sudah tahu sejarah Gedung Atap Lengkung Loa Kulu Kalimantan Timur ? Semoga bermanfaat ya, Sahabat Generasi Emas Kalimantan Satu.