Buah itu ditemukan oleh Dara Nante. Dara Nante yang sedang kelaparan memakan buah mentimun, yang membuat dirinya mengidam serta mengandung tanpa disentuh oleh seseorang lelaki.
Banyak orang menuduhnya melakukan zina dengan seorang lelaki.
Pada masa itu karena belum memiliki pegangan agama, maka dicarilah tukang tenun atau dukun untuk membuat ramalan untuk mencari seorang lelaki yang menyimpan sperma didalam buah mentimun tersebut.
Setelah melewati perjalanan yang panjang, akhirnya Dara Nante bertemu dengan Babai Cinga, kemudian dia membawanya untuk dipersembahkan kepada orang tuanya.
Ketika mereka tiba di Mengkiang, penyakit yang diderita oleh Babai Cinga sembuh yang konon penyakit tersebut telah dimakan oleh ikan Kerak.
Bermula dari Kiai Patih Gemintir
Kesultanan Melayu Sanggau bermula dari seorang utusan dari tanah Jawa, terutama Daerah Banten yang bernama Kiai Patih Gemintir, yang merupakan salah satu murid kepada Maulana Malik Ibrahim (Wali Songo), yang sengaja diutus untuk berdakwa didaerah pedalaman Kalimantan.
Meskipun tidak disebutkan secara spesifik, tetapi terdapat ahli sejarah yang mengatakan bahwa ketika Maulana Malik Ibrahim bedagang sambil berdakwah di Gresik, dan daerah Banten dan mendirikan sebuah pondok pesantren.
Santri-santri yang telah mendapat gelar Kiai dari pondok pesantren, dengan sengaja mereka akan dikirim kepulau-pulau di Nusantara, salah satunya di pedalaman Kalimantan Barat.
Baca Juga: Arti dan Lambang Kota Pontianak yang Wajib Diketahui. Salah Satu Kota di Provinsi Kalimantan Barat
Dalam catatan sejarah yang menggunakan bahasa Arab Jawi (Arab Melayu), bahwa Kiai Patih Gemintir merupakan gelar kebesaran Abang Abdurrahman yang berkuasa pada tahun 1450-1485 M.
Abang Abdurrahmanlah orang pertama yang menggunakan nama “ABANG” di Sanggau.
Berdasarkan data manuskrip, baik yang utuh berbahasa Arab Jawi maupun terjemahannya bahwa Abang Awal atau Abang Awaludin adalah anak menantu dari Abang Abdurrahman.
Kiai Patih Gemintir merupakan salah satu murid utusan untuk tanah Borneo, pedalaman pesisir Sungai Kapuas.
Dicatatkan dalam sejarah Abang Abdurrahman berkuasa selama 35 tahun dan Abang Awal berkuasa selama 40 tahun di istana Mengkiang, Sanggau.