kalbar-borneo

Pj Sekda Kalbar Mohammad Bari Soroti Pendapatan Dana Bagi Hasil Cukai Tembakau Semakin Tahun Semakin Menurun

Rabu, 6 Desember 2023 | 10:00 WIB
Pj Sekda Kalbar Mohammad Bari (Kalimantansatu.com/Dok. Humas Pemprov Kalbar)

KALIMANTANSATU.COM, PONTIANAK - Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat Mohammad Bari membuka acara Rapat Koordinasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau se-Kalimantan Barat yang diselenggarakan oleh Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Kalimantan Barat bertempat di Aula Kantor Bapenda Kalbar, Selasa 5 Desember 2023.

Cukai tembakau maupun pajak rokok merupakan salah satu penyumbang terbesar pendapatan negara.

Melihat fakta tersebut, Mohammad Bari menyoroti hal ini menjadi tantangan tersendiri dalam meningkatkan pendapatan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau ke Provinsi Kalimantan Barat yang masih dirasa minim.

"Dalam beberapa tahun belakangan ini realisasi pendapatan dana bagi hasil cukai tembakau semakin tahun semakin menurun. Tidak tahu sebabnya mengapa, yang jelas inilah yang harus kita selesaikan bersama. Dan saya sangat senang kita bisa menggelar acara hari ini dan dihadiri langsung dari rekan-rekan Bea Cukai, sehingga permasalahan ini bisa kita atasi bersama," kata Pj Sekda Kalbar Mohammad Bari.

Baca Juga: Pj Gubernur Kalbar Harisson Minta Bulog Kerja Keras Jaga Inflasi di Kalbar. Dua Barang Kebutuhan Pokok Ini Harus Terus Disuplai dan Ditekan Harganya

Sejalan dengan pelaksanaannya, sudah 5 tahun terakhir pengalokasian Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau dibagihasilkan ke Pemerintah Provinsi maupun Pemerintah Kabupaten/Kota.

Namun, berdasarkan hasil realisasi penggunaan yang disampaikan oleh Kabupaten/Kota setiap tahunnya kepada Badan Pendapatan Daerah Provinsi Kalimantan Barat selaku Koordinator Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau, beberapa daerah belum dapat merealisasikan sepenuhnya penggunaan dana bagi hasil tersebut karena belum memiliki pemahaman yang sama terhadap program yang harus diprioritaskan.

"Kalau kita telusuri bersama, sejak 5 tahun terakhir ini dari 2019 realisasi Dana Bagi Hasil dikatakan menurun drastis hanya berkisar 7,5 miliar, kemudian di tahun 2020 sebesar 123 juta, dan tahun 2021 menurun lagi di angka 113 juta mungkin salah satunya terkendala akibat Covid-19, untuk Tahun 2022 mulai naik sedikit sebesar 394 juta, terakhir pada tahun ini naik sebesar 976 juta. Inilah yang perlu kita pahami bersama agar pendapatan cukai tembakau ini bisa bertambah," papar Mohammad Bari.

Baca Juga: Pj Gubernur Kalbar Harisson Minta Perwati dan Perwanti PSMTI Kalbar Berperan di Dunia Pendidikan dan Kesehatan

Berkenaan dengan hal tersebut, pemanfaatan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau oleh Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota apabila kurang optimal akan berpengaruh terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah.   

"Saya berharap melalui pertemuan ini kepada Pemerintah Pusat melalui Kementerian Keuangan Republik Indonesia untuk dapat melakukan evaluasi kembali terkait alokasi Dana Bagi Hasil Tembakau tersebut, sehingga ke depannya realisasi dana bagi hasil ini bisa meningkat," tandasnya.

Baca Berita Lainnya di Google News : Klik LINK Berikut Ini

Dapatkan update berita pilihan dari Kalimantansatu.com setiap hari. Yuk gabung di Grup Telegram "Kalimantansatu.com News Update". Klik link https://t.me/kalimantansatucomupdate, lalu join. Oh ya, install aplikasi Telegram di ponsel kamu.

(Tim Kalimantan Satu 04)

Tags

Terkini