"UMKM adalah salah satu sektor penting dalam perekonomian daerah. Oleh karena itu, kita perlu terus mendorong pengembangan UMKM di Kapuas Hulu," jelas Harisson.
Lalu memperlancar investasi yang masuk dengan mempermudah perizinan.
Dengan bangkitnya sektor pariwisata dan ekonomi kreatif maka akan membuka lapangan pekerjaan.
"Begitu juga dengan masuknya investasi akan membuka lapangan kerja sehingga berdampak pada peningkatan pendapatan masyarakat," jelasnya.
Pj Gubernur Harisson juga memaparkan perkembangan pertumbuhan ekonomi Kalbar dalam lima tahun terakhir.
Dimana angka pertumbuhan ekonomi Kalimantan Barat pada tahun 2020 terkontraksi sebesar 1,82 persen.
Hal ini tak lain dikarenakan adanya pandemi Covid-19 yang berefek pada perekonomian secara nasional tak terkecuali Kalimantan Barat.
Oleh karena itu dibutuhkan perencanaan pembangunan guna memulihkan kembali perekonomian.
Namun, bangkit kembali pada tahun 2021 sebesar 4,78 persen, dan meningkat pertumbuhannya di tahun 2022 sebesar 5,07 persen.
"Pertumbuhan ekonomi Kalbar dalam lima tahun terakhir menunjukan pertumbuhan positif. Saya berharap seluruh pemerintah daerah kabupaten/kota, dan pihak terkait lainnya untuk memperhatikan kondisi perekonomian di Kalbar. Terlepas dari itu semua, pada sektor lain juga tetap mengalami pertumbuhan hingga dua digit. Seperti sektor pengadaan listrik dan gas, real estate, jasa kesehatan, serta Jasa lainnya." kata Harisson.
Harisson menyebutkan beberapa faktor pendorong dan penghambat pertumbuhan ekonomi di Kalbar.
“Ada beberapa faktor pendorong pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Barat yaitu Tren membaiknya harga komoditas dunia, dan harga CPO yang akan memacu produksi pertanian/perkebunan. Peningkatan realisasi dari investasi Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) terutama smelter bauksit dan pabrik kelapa sawit. Pengembangan komoditas unggulan yang difokuskan pada peningkatan produktivitas sawit, tanaman pangan, serta perikanan tangkap dan budidaya”, tuturnya.
Ia juga menyebutkan bahwa peningkatan sektor pariwisata dengan bertambahnya hotel berbintang, dan event tahunan mendorong peningkatan sub sektor akomodasi, makanan dan minuman, serta transportasi.
Dengan pertumbuhan tersebut, stabilitas inflasi terjaga sehingga daya beli masyarakat tetap tinggi.