“Akibat dari gigitan buaya tersebut, korban mengalami luka bagian kaki sebelah kanan putus sampai dengan bagian lutut (Vulnus Amputatum Femoralis) dan dirujuk ke Rumah Sakit di Pontianak,” lanjut AKP Nana Supriatna.
AKP Nana Supriatna tak menampik bahwa lokasi tersebut merupakan tempat habitat hewan jenis buaya hidup.
Sebelumnya di sekitaran sungai tersebut, tepatnya di Desa Beringin Kabupaten Kubu Raya yang berbatasan dengan Kecamatan Toba, telah terjadi peristiwa serangan buaya yang mengakibatkan dua orang meninggal dunia.
“Dimungkinkan serangan hewan tersebut disebabkan kerusakan ekosistem (kurangnya pasokan makanan_red), sehingga terjadi penyerangan terhadap manusia. Dalam hal ini, telah terjadi kejadian yang berulang dengan kasus terkaman buaya," paparnya.
Polsek Toba berharap agar Pemerintah Kecamatan Toba berkoordinasi dengan BKSDA untuk menindaklanjuti upaya penanganan.
Pihaknya juga telah melakukan koordinasi dengan kepala desa.
Termasuk pengawalan Korban oleh Bhabinkamtibmas Polsek Toba sampai dengan ke Rumah Sakit Antonius Pontianak, serta melaporkan kepada Pimpinan.
"Melalui Peran Bhabinkamtibmas, kami memberikan imbauan dan sosialisasi kepada masyarakat. Terutama masyarakat yang tinggal di pesisir sungai untuk lebih waspada terhadap ancaman serupa,” pungkasnya.
(*)