KALIMANTANSATU.COM, SEKADAU - Lengkuas merupakan salah satu dari tanaman biofarmaka. Tanaman biofarmaka adalah tanaman yang bermanfaat untuk obat-obatan, kosmetik dan kesehatan yang dikonsumsi atau digunakan dari bagian-bagian tanaman seperti daun, batang, buah, umbi (rimpang) ataupun akar.
Lengkuas, laos atau kelawas (bahasa Karo) (Alpinia galanga) merupakan jenis tumbuhan umbi-umbian yang bisa hidup di daerah dataran tinggi maupun dataran rendah.
Lengkuas adalah salah satu jenis rempah-rempah yang banyak ditanam di Asia, seperti India, Arab, Cina, Sri Lanka, dan Indonesia.
Umumnya masyarakat memanfaatkannya sebagai campuran bumbu masak dan pengobatan tradisional.
Pemanfaatan lengkuas untuk masakan dengan cara mememarkan rimpang kemudian dicelupkan begitu saja ke dalam campuran masakan.
Sedangkan untuk pengobatan tradisional yang banyak digunakan adalah lengkuas merah.
Lengkuas mengandung berbagai macam nutrisi, seperti serat, mineral, vitamin, dan lain sebagainya.
Tahukah kamu, Kabupaten Sekadau memiliki sejumlah kecamatan yang menjadi daerah penghasil lengkuas.
Dikutip Kalimantansatu.com dari Kabupaten Sekadau Dalam Angka 2024, total produksi lengkuas Kabupaten Sekadau tahun 2022 sebanyak 430 Kilogram.
Pada tahun 2023, produksi lengkuas Kabupaten Sekadau naik menjadi 533 Kilogram.
Berikut ini 3 kecamatan penghasil lengkuas di Kabupaten Sekadau :
Nanga Taman
Tahun 2022 : 230 Kilogram