kalbar-borneo

Mau Buka Blokir Mobile Banking BRI, Warga Kabupaten Melawi Menjadi Korban Penipuan dari Tautan Situs Palsu di Pencarian Google Browser

Kamis, 13 Juni 2024 | 09:49 WIB
Ilustrasi penipuan transaksi perbankan online (Kalimantansatu.com/Pixabay Geralt)

KALIMANTANSATU.COM, MELAWI - Kejadian ini bisa menjadi pembelajaran bagi kita semua sebagai pengguna layanan perbankan.

Seorang warga Kecamatan Belimbing menjadi korban penipuan media sosial.

Peristiwa apes itu didapatkan saat ia berusaha membuka blokir Mobile Banking BRI karena sempat salah memasukkan password.

Kapolres Melawi AKBP Muhammad Syafi’i melalui Kasubsi Penmas Polres Melawi Aipda Arbain mengungkapkan, untuk mengatasi hal itu lalu korban mencari panduan di Google.

"Korban meng-klik tautan situs yang ada di posisi teratas hasil pencarian. Situs dengan alamat https://www.soc.link dan judul Cara membuka blokir Brimo," ungkap Aipda Arbain pada Selasa 11 Juni 2024.

Baca Juga: Warga Kabupaten Melawi Menjadi Korban Penipuan Online saat Hendak Beli Sepeda Motor. Ada Imbauan dari Polres Melawi Nih Sob

Ketika tautan tersebut diklik, lanjut Aipda Arbain, korban diarahkan secara otomatis ke nomor WhatsApp pribadi yang sudah memiliki kode kata “buka blokir Brimo”.

Lantas, korban mengirimkan pesan itu dan segera menerima balasan dari pelaku.

Pelaku penipuan mengirimkan pesan baru dengan tautan baru pula, yakni https://alternatif-digital.online/Buka-Blokir-Brimo.html.

Pesan itu dilengkapi dengan instruksi untuk membalas pesan dengan angka “1” untuk berbicara dengan CS Bank BRI.

"Korban mengikuti instruksi dan membalas dengan angka “1”. Tak lama kemudian, pelaku menelepon dan menanyakan jumlah saldo yang ada di rekening korban," terangnya.

Baca Juga: Dua Wanita Muda Melawi Ditangkap Sat Resnarkoba Polres Karena Kasus Narkoba Jenis Ekstasi yang Dibeli dari Pontianak

Selanjutnya, pelaku mengarahkan korban untuk memasukkan nomor telepon yang terhubung dengan Mobile Banking ke handphone korban.

Setelah memasukkan SIM card yang terhubung ke Mobile Banking ke HP, ia mengirimkan kembali tautan melalui WhatsApp.

"Ketika membuka tautan tersebut, korban menemukan bahwa situs tersebut mengalami error. Meskipun mencoba berulang kali, situs tersebut tetap tidak bisa diakses," timpalnya.

Halaman:

Tags

Terkini