KALIMANTANSATU.COM, KALSEL - Di Provinsi Kalimantan Selatan terdapat salah satu rumah bersejarah yang menjadi saksi perjuangan melawan Belanda setelah kemerdekaan Indonesia tahun 1945.
Rumah bersejarah tersebut berada di Desa Durian Rabung, Kecamatan Padang Batung, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Provinsi Kalimantan Selatan.
Dahulunya, rumah ini digunakan sebagai tempat Rapat Pimpinan Markas Besar ALRI Divisi IV Pertahanan Kalimantan.
Rumah bersejarah ini merupakan milik Haji Abdul Kadir (Kai Jabus).
Mengutip BPCB Kaltim, Haji Abdul Kadir cucu Haji Muhammad Said Tuan Guru Kubah Padang Batung.
Nenek beliau ini pernah menjadi murid Surgi Besar Syech Haji Muhammad Arsyad Al Banjari Martapura.
Haji Abdul Kadir lahir sekitar tahun 1876 di Durian Rabung.
Pada zaman Jepang, beliau ditangkap karena menjadi tokoh NICA.
Keluar dari tahanan beliau aktif menata masyarakat dan berdagang karet.
Setelah kemerdekaan RI tahun 1945, rumah beliau dijadikan markas besar meneruskan perjuangan mengusir penjajah Belanda yang masih ingin mempertahankan penjajahannya di daerah ini.
Pada tahun 1949, rumah H Abdul Kadir berfungsi sebagai tempat rapat penentuan Kandangan dijadikan Ibu kota perjuangan kaum gerilya Kalimantan.
Saat itu, pemimpin rapat tersebut adalah Pemimpin Umum (PU) Hassan Basery sekaligus pemimpin kaum gerilya yang bertempat tinggal di Kandangan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan.
Posisi rumah H Abdul Kadir ini menghadap ke arah timur.