KALIMANTANSATU.COM, KALIMANTAN SELATAN - Secara astronomis Benteng Tabanio terletak di Desa Tabanio RT.14, Kecamatan Takisung, Kabupaten Tanah Laut, Provinsi Kalimantan Selatan.
Jarak dari Banjarmasin ke Pleihari kurang lebih 99 kilometer dan dari Pleihari ke Benteng Tabanio kurang lebih 34 kilometer.
Secara geografis, benteng berbatasan dengan Sungai Tabanio di sebelah utara dan timur, di sebelah selatan berbatasan dengan pemukiman warga, sedangkan di sebelah barat berbatasan dengan Laut Jawa.
Jejak peradaban Belanda di Indonesia terlihat pada benteng Tabanio.
Sejak abad XVII, Tabanio menjadi penting dari segi perdagangan, angkutan lada, intan, emas, dan hasil hutan yang menghubungkan (transito) Banjarmasin dengan tempat-tempat pelabuhan di Jawa.
Namun, saat ini hanya dapat ditemukan tanah kosong dengan sisa-sisa bata yang terdapat di permukaan tanah.
Dilansir BPCB Kaltim, sisa-sisa Benteng Tabanio yang dahulunya pernah berjaya di tanah Takisung sekarang tidak dapat diidentifikasi lagi dari segi bentuk.
Bekas ekskavasi yang tadinya dilakukan oleh Balai Arkeologi Banjarmasin sudah tertutup dengan tanah dan ditumbuhi rumput gajah.
Pecahan bata yang menjadi bukti reruntuhan telah diambil oleh masyarakat guna kepentingan membangun rumah dan masjid.
Menurut catatan dan pengamatan, diperkirakan luas Benteng 20.000 meter persegi, panjang 200 dan lebar 100 meter (200 X 100 meter) yang dikelilingi oleh parit (sungai kecil buatan) di tepi Sungai Tabanio.
Berdasarkan dari lukisan Benteng Tabanio, arah hadap mengarah ke pesisir pantai, yaitu Laut Jawa dan kemungkinan meriam Benteng Tabanio yang saat ini disimpan pada museum juga menghadap ke arah yang sama.