kalbar-borneo

Pencarian Keberadaan Ibu Rumah Tangga yang Hilang Tenggelam di Sungai Kapuas Kubu Raya Terus Dilakukan, Ini Kronologis Kejadiannya

Minggu, 29 Desember 2024 | 20:01 WIB
Tim gabungan terus berupaya mencari keberadaan Awe (45 tahun) pada Rabu 27 Desember 2024. (Kalimantansatu.com/Dok. Polres Kubu Raya)

KALIMANTANSATU.COM, KUBU RAYA - Tim gabungan terus berupaya mencari keberadaan Awe (45 tahun) pada Rabu 27 Desember 2024.

Awe merupakan seorang ibu rumah tangga yang hilang tenggelam di Sungai Kapuas, Kalimantan Barat.

Insiden ini terjadi pada Selasa (26/12/2024) saat korban bersama dua anaknya tengah berjualan ikan menggunakan sampan tradisional.

Kasat Reskrim Polres Kubu Raya, Iptu Hafiz Febrandani melalui Kasubsi Penmas Polres Kubu Raya Aiptu Ade menerangkan, pencarian dilakukan dengan memperluas area.

Dua tim dibentuk untuk menyisir alur sungai, satu menuju Kecamatan Terentang, dan satu lagi ke arah Sungai Asam dengan radius sekitar 1 kilometer dari lokasi kejadian.

Baca Juga: Pesan Lasarus di Natal 2024: Semoga Kasih-Nya Membawa Kita Berjalan Bersama

”Pencarian melibatkan Satpol Airut Polda Kalbar, Basarnas, Bhabinkamtibmas Polsek Sungai Raya dan petugas Polsek Tersentang, serta warga Desa Kalibandung,” kata Ade, Rabu (27/12/2024).

Berdasarkan keterangan Kepala Desa Kalibandung dan saksi, sampan korban terkena gelombang besar akibat cuaca ekstrem, sehingga terombang-ambing di sungai.

Saat itu, Awe berada di sampan bersama dua anaknya, Radit (2) dan Kaila (4).

”Radit terjatuh ke sungai, dan Awe langsung terjun untuk menyelamatkan anaknya. Namun, gelombang besar membuat upaya penyelamatan itu berujung tragis,” ungkap Ade.

Ade mengungkapkan, seorang warga, Rudi, yang kebetulan melintas menggunakan sampan kato, berhasil menyelamatkan Radit anak korban.

Baca Juga: Sampaikan Sambutan di Perayaan Natal Nasional 2024, Presiden Prabowo Subianto : Bangsa Indonesia Berbeda Tapi Satu Jiwa

Namun, saat berusaha membantu Awe, arus deras dan gelombang besar membuatnya tidak mampu menyelamatkan korban yang akhirnya tenggelam terbawa gelombang besar.

” Setelah kejadian, warga langsung melapor ke Kepala Desa, Bhabinkamtibmas, dan Basarnas. Hingga kini, pencarian masih dilakukan dengan metode penyisiran menggunakan perahu karet dan alat selam,”jelasnya.

Keluarga korban dan masyarakat setempat terus berharap agar Awe segera ditemukan dalam kondisi apapun.

Halaman:

Tags

Terkini