kalbar-borneo

Safari Ramadan ke Masjid Ismuhu Yahya Kubu Raya, Bupati Sujiwo Beri Apresiasi Pondok Pesantren Digital yang Dikelola oleh Anak Muda

Kamis, 20 Maret 2025 | 06:28 WIB
Bupati Sujiwo saat menghadiri Safari Ramadan Pemerintah Kabupaten Kubu Raya di Masjid Ismuhu Yahya, Desa Parit Baru, Kecamatan Sungai Raya, Senin (17/3/2025). (Kalimantansatu.com/Dok. Prokopim Pemkab Kubu Raya)

KALIMANTANSATU.COM, KUBU RAYA - Pemerintah Kabupaten Kubu Raya terus berupaya meningkatkan kemandirian pondok-pondok pesantren.

Upaya ini dilakukan untuk menghadapi tantangan di era modern dan meningkatkan peran pondok pesantren dalam mencetak generasi penerus yang berakhlak mulia.

Hal itu ditegaskan Bupati Sujiwo saat menghadiri Safari Ramadan Pemerintah Kabupaten Kubu Raya di Masjid Ismuhu Yahya, Desa Parit Baru, Kecamatan Sungai Raya, Senin (17/3/2025).

Selama ini, Masjid Ismuhu Yahya dikenal karena dikelola oleh anak-anak muda dengan keahlian digital marketing.

Baca Juga: Pemkab Kubu Raya Hendak Upayakan Pemberian Insentif Guru Madrasah, Bupati Sujiwo : Mereka Perlu Mendapatkan Perhatian yang Cukup

“Apalagi pondok pesantren digital di kompleks masjid ini dikelola oleh para anak muda, sehingga memberikan dampak kemajuan bagi generasi khususnya di Kubu Raya," ungkap Sujiwo.

Sujiwo mengungkapkan beberapa contoh pondok pesantren di Kubu Raya yang telah mengembangkan kemandirian melalui berbagai usaha.

Seperti produksi dan pengolahan susu, madu, budi daya ikan arwana, hingga pengelolaan toko bangunan dan minimarket.

Karena itu, pihaknya berupaya untuk terus mendorong kemandirian pondok pesantren.

Aalah satunya melalui pembinaan dan kerja sama dengan organisasi-organisasi Islam seperti Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama.

Baca Juga: Bupati Kubu Raya Sujiwo Target Ruas Jalan Sungai Itik Tuntas Tahun ini ! Segini Anggarannya

“Kami berkomitmen untuk mendukung pondok-pondok pesantren di daerah ini. Hal ini karena mayoritas warga pondok pesantren di Kubu Raya adalah warga lokal, sehingga pemerintah harus hadir untuk mendukungnya,” ucapnya.

Akui Keterbatasan Anggaran

Sujiwo mengakui pemerintah daerah memiliki keterbatasan anggaran.

Sehingga, pihaknya berupaya mencari terobosan agar dapat mengambil alih sebagian dari tanggung jawab Kementerian Agama, yakni yang berkaitan dengan pembinaan pondok pesantren.

Halaman:

Tags

Terkini