kalbar-borneo

Kronologis Nelayan Ditemukan Meninggal Dunia di Atas Sampan. Diduga saat Menjala Ikan di Sungai Dusun Tiga Desa Sepuk Laut Kecamatan Sungai Kakap

Rabu, 4 Juni 2025 | 10:58 WIB
Seorang nelayan lanjut usia (lansia) ditemukan meninggal dunia di atas sampannya saat sedang menjala ikan di Sungai Dusun Tiga, Desa Sepuk Laut, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, Provinsi Kalimantan Barat, Minggu (1/6/2025) pagi. (Kalimantansatu.com/Dok. Media Sosial)

KALIMANTANSATU.COM, KUBU RAYA - Seorang nelayan lanjut usia (lansia) ditemukan meninggal dunia di atas sampannya saat sedang menjala ikan di Sungai Dusun Tiga, Desa Sepuk Laut, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, Provinsi Kalimantan Barat, Minggu (1/6/2025) pagi.

Korban bernama Ajis Lanang (68 tahun), warga Dusun Tiga RT 011 RW 004 Desa Sepuk Laut.

Kapolsek Sungai Kakap IPDA Dolas melalui Kasubsi Penmas Polres Kubu Raya Aiptu Ade mengungkapkan, jenazah nelayan lansia itu ditemukan sekitar pukul 08.00 WIB oleh nelayan lain yang sedang melintas di sungai tersebut.

”Korban berangkat menjala ikan seorang diri menggunakan sampan sekitar pukul 05.00 WIB. Sekitar tiga jam kemudian, nelayan lain melihat sampan korban hanyut. Saat didekati, korban terlihat duduk dalam posisi telungkup seperti tertidur dan tangan korban masih memegang jala ikan. Ketika dibangunkan, ternyata korban sudah tidak memberikan respons,” ungkap Aiptu Ade dalam keterangan tertulisnya, Selasa 3 Juni 2025.

Baca Juga: Genggaman Tangan Lepas saat Hendak Diselamatkan, Warga Sambas Ditemukan Meninggal Dunia Setelah Tenggelam di Kanal Blok A PT Wana Subur Lestari

Nelayan yang menemukan korban tersebut, lanjut Aiptu Ade, langsung menghubungi rekan lainnya untuk membantu evakuasi.

Kemudian, sampan korban ditarik ke daratan dan jenazah dibawa ke rumah duka.

Hasil pemeriksaan awal petugas Polsek Sungai Kakap, tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Namun, petugas tetap melakukan penyelidikan guna memastikan kronologis kejadian secara lengkap dan memastikan tidak ada unsur kekerasan terhadap korban.

”Dari keterangan keluarga, diketahui bahwa semasa hidupnya korban memiliki riwayat penyakit, termasuk sering mengalami pitam hingga pingsan. Korban dikenal aktif meski sudah lanjut usia. Pihak keluarga telah menerima kejadian ini sebagai musibah dan menolak dilakukan visum maupun autopsi,” jelas Ade.

Baca Juga: Penyebab Kebakaran Gudang Penyimpanan Barang Sungai Kakap Diungkap Polres Kubu Raya

Keluarga korban telah mengikhlaskan kepergian almarhum dan memilih untuk langsung melakukan prosesi pemakaman di pemakaman muslim setempat.

(*)

Tags

Terkini