kalbar-borneo

Tidak Ada Respons saat Dibangunkan untuk Interview Kerja, Ternyata Pria Maluku Sudah Meninggal Dunia di Sungai Kakap Kubu Raya

Rabu, 4 Juni 2025 | 11:13 WIB
Warga asal Provinsi Maluku bernama Amirudin Harunan (31 tahun) ditemukan meninggal dunia dalam rumah seorang warga, salah satu komplek di Desa Rengas Kapuas, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, Provinsi Kalimantan Barat, Rabu (28/5/2025) sekitar pukul 10.30 WIB. (Kalimantansatu.com/Dok. Polres Kubu Raya)

KALIMANTANSATU.COM, KUBU RAYA - Warga asal Provinsi Maluku bernama Amirudin Harunan (31 tahun) ditemukan meninggal dunia dalam rumah seorang warga, salah satu komplek di Desa Rengas Kapuas, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, Provinsi Kalimantan Barat, Rabu (28/5/2025) sekitar pukul 10.30 WIB.

Penemuan jenazah pria tersebut pertama kali diketahui oleh pemilik rumah berinisial MB (31 tahun).

Saat itu, MB hendak membangunkan korban untuk menghadiri wawancara kerja.

Namun, korban tidak merespons dan ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa.

Baca Juga: Kronologis Nelayan Ditemukan Meninggal Dunia di Atas Sampan. Diduga saat Menjala Ikan di Sungai Dusun Tiga Desa Sepuk Laut Kecamatan Sungai Kakap

Kapolsek Sungai Kakap IPDA Dolas melalui Kasubsi Penmas Polres Kubu Raya Aiptu Ade mengatakan, korban diketahui tiba di Pontianak dari Maluku dalam rangka mencari pekerjaan dan tinggal sementara di rumah saudara kenalannya, MB.

"Malam sebelum ditemukan meninggal, korban sempat berpamitan untuk beristirahat lebih awal guna persiapan wawancara kerja keesokan paginya," kata Aiptu Ade dalam keterangannya, belum lama ini.

Berdasarkan keterangan saksi FS (istri MB), saat hendak memasak di dapur korban terlihat masih tertidur di ruang belakang rumah pada pukul 07.00 WIB.

Kemudian, MB mencoba membangunkan namun tidak ada respons dari korban, hingga akhirnya MB melaporkan kejadian tersebut ke pihak Kepolisian Polsek Sungai Kakap.

Baca Juga: Genggaman Tangan Lepas saat Hendak Diselamatkan, Warga Sambas Ditemukan Meninggal Dunia Setelah Tenggelam di Kanal Blok A PT Wana Subur Lestari

Dari hasil visum yang dilakukan oleh dokter forensik RS Bhayangkara Pontianak, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

”Menurut hasil visum sementara dari dr. Monang Siahaan M.Ked (For), SpF, diperkirakan waktu kematian berkisar 6–8 jam sebelum ditemukan. Tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan pada tubuh korban, namun kami masih melakukan penyelidikan penyebab pastinya korban meninggal dunia,” pungkas Ade.

Pihak keluarga di Maluku telah memberikan kuasa kepada paguyuban Maluku yang berada di Kalimantan Barat untuk menangani proses pemakaman jenazah di wilayah Kabupaten Kubu Raya.

(*)

Tags

Terkini