Dongeng Pengantar Tidur Anak : Dongeng Sang Kancil dan Harimau

photo author
R Ridho Triwi D.N, Kalimantan Satu
- Sabtu, 9 September 2023 | 21:50 WIB
Ilustrasi dongeng sang kancil dan harimau  (Pixabay/Andibreit)
Ilustrasi dongeng sang kancil dan harimau (Pixabay/Andibreit)

KALIMANTANSATU.COM - Dongeng pengantar tidur ini bisa dibacakan kepada anak-anak saat malam hari. 

Sahabat Generasi Emas Kalimantan Satu, dongeng sebelum tidur ini berjudul Dongeng Sang Kancil dan Harimau.

Dari dongeng Sang Kancil dan Harimau ini dapat diambil pelajaran bahwa jangan pernah terlalu mudah terperdaya oleh kata-kata orang lain.

Sebagai manusia, kita harus memiliki pandangan pribadi untuk menghindari potensi celaka di masa yang akan datang. 

Baca Juga: Dongeng Pengantar Tidur Anak : Legenda Situ Bagendit Cerita Rakyat Jawa Barat

Berikut ini Dongeng Sang Kancil dan Harimau dikutip Kalimantan Satu dari laman Lingo Ace

Pada suatu hari si kancil bertemu dengan harimau ketika sedang bermain di pegunungan.

Tanpa ragu, sang harimau mengira si kancil akan bisa menjadi makan siangnya yang lezat.

Namun, si Kancil rupanya telah melihat penampakan Harimau dan berpura-pura tenang sembari berkata, “Harimau, kamu sangat tampan. Kepala, wajah, tubuh, dan kaki kamu semuanya begitu sempurna dan tidak ada tandingannya di hutan ini. Sayangnya, ekormu sangat jelek sehingga tidak bisa mengimbangi kehebatanmu yang lain itu.” 

Harimau termakan hasutan si kancil dan merasa ucapannya tadi benar, jadi dia bertanya kepada kancil, "Bagaimana aku bisa membuat ekorku menjadi indah?" Kancil kemudian melihat sekeliling ekor harimau, seolah-olah sedang memeriksanya, dan memberitahu sang harimau, "Kalau kamu bisa membuatnya lurus, ekormu pasti akan terlihat sangat indah." 

“Jadi bagaimana cara aku bisa meluruskannya?” Tanya harimau. 

“Hmm, sebenarnya tidak terlalu sulit. Saya hanya tidak yakin apakah kamu akan berani melakukannya atau tidak,” 

“Tidak ada yang aku takutkan,” kata sang harimau yang berencana ingin meluruskan ekornya terlebih dahulu sebelum ia memakan si kancil. Lalu, dia mendesak kancil, “Cepat! Bantu aku meluruskan ekorku!” 

Kancil mengumpulkan sembilan ikat jarum pinus dengan cepat, lalu mengikat ekor harimau ke pohon sambil membakar jarum pinus tadi.

Harimau merasa kepanasan karena harus menahan api.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: R Ridho Triwi D.N

Sumber: Lingoace

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X