KALIMANTANSATU.COM - Dongeng pengantar tidur ini bisa dibacakan kepada anak-anak saat malam hari.
Dongeng sebelum tidur ini berjudul Legenda Situ Bagendit.
Hal yang bisa dipelajari dari kisah ini adalah kita tidak boleh memanfaatkan kesulitan orang lain dan kikir pada orang lain.
Menyulitkan orang lain dan hanya mementingkan harta materi hanya akan membuat kita tersiksa dan pada akhirnya memberikan kita nasib yang buruk.
Dikutip Kalimantan Satu dari laman Lingo Ace, berikut cerita rakyat Legenda Situ Bagendit :
Pada suatu hari, di sebelah utara kota Garut, ada sebuah desa yang mayoritas penduduknya bekerja sebagai petani.
Tanah di desa ini memang terkenal sangat subur dan memiliki sumber air yang sangat bagus, sehingga hasil padi yang dihasilkan para petani di desan ini sangat berkualitas.
Meski sebenarnya bisa dibilang desa ini adalah desa yang kaya, para warga di sana masih hidup di dalam kemiskinan.
Hal ini disebabkan oleh kehadiran seorang tengkulak pelit yang kaya raya bernama Nyai Endit.
Nyai Endit ini adalah perempuan kaya yang tinggal di desa itu.
Sejak suami Nyai Endit meninggal, ia mendapatkan warisan kekayaan yang berlimpah yang pada akhirnya membuatnya menjadi perempuan yang kikir dan sombong.
Nyai Endit sering kali memaksa para petani di desa untuk menjual padi mereka dengan harga yang sangat murah, di bawah harga rata-rata padi pada umumnya.
Namun, ketika persediaan beras warga di sana habis dan harus membelinya pada Nyai Endit, ia akan menjualnya dengan harga yang sangat mahal.
Tentu saja hal ini membuat para warga pusing dan tersiksa.