Walhasil, rambut di sekujur tubuhnya malah terbakar habis.
Harimau pun marah, “Kamu benar-benar Kancil yang bodoh! Ekorku memang terlihat lurus, tetapi kamu telah membakar pakaianku. Aku tidak akan memaafkanmu!"
Alih-alih ketakutan, si kancil dengan tenang menjawab, "Jangan khawatir. Aku akan memberimu yang baru," “Kau telah membodohi aku,” lanjut harimau. "Aku serius. Namun, kamu sebaiknya mencuci tubuh kamu sampai bersih sebelum kamu mengenakan pakaian baru,” "Di mana letak airnya?" "Di sana," harimau yang sudah terbakar dan terluka parah merasa tidak sabar untuk mengikuti kancil menemukan air.
Namun, malang bagi harimau, si kancil ia malah mengiringnya ke area di mana para buaya yang sedang lapar telah menunggu.
Para buaya ini langsung menerkam harimau yang kini tidak memiliki rambut dan telah terluka parah.
Harimau mempercayai kata-kata dari kancil dan menjatuhkan martabat dan kedudukannya sendiri.
Akibat keputusannya yang salah, tidak hanya ia gagal mendapatkan Kancil sebagai makan siangnya, tetapi juga telah harus menutup riwayat kehidupannya dengan cara yang malang.
(R Ridho Triwi DN)