otomotif

Fitur dan Spesifikasi Pesawat CN295 Buatan Dirgantara Indonesia ! Untuk Operasi Militer di Wilayah Terpencil dan Pergerakan Bantuan Kemanusiaan

Jumat, 15 Desember 2023 | 21:16 WIB
Pesawat CN295 Buatan Dirgantara Indonesia (Kalimantansatu.com/Tangkap layar website resmi Dirgantara Indonesia)

- Jalur Perakitan Akhir, Pusat Pengiriman

- Paket struktur aero: bidang ekor horizontal dan vertikal, badan pesawat belakang

- Dukungan Pelanggan: Pusat Layanan dan Pelatihan Berbasis Komputer

Performance Pesawat CN295

  • Berat Lepas Landas Maksimum : 23.200 Kg
  • Berat Pendaratan Maksimum : 23.200 Kg
  • Muatan Maksimum* : 9,250 Kg
  • Kapasitas Bahan Bakar yang Dapat Digunakan : 7.500 Liter
  • Kecepatan Pelayaran Maksimum (TAS): 260 Kts
  • Lari Lepas Landas (ISA, S/L, 21.000 kg) : 670 m
  • Jarak pendaratan (ISA, S/L, 20.700 kg) : 320 m
  • Batas Faktor Beban : +3,0 g/-1,0 g
  • Jangkauan Dengan Muatan maksimum (9.250 kg – 20.400 lb): 700 NM
  • Jangkauan Dengan Muatan 6.000 kg (13.200 lb): 2.000 NM
  • Jangkauan Dengan Muatan 3.000 kg (6.600 lb): 2.500 NM
  • Jangkauan Feri: 2,820 NM

Baca Juga: Spesifikasi Anoa 6x6 APC Pindad ! Generasi Pertama Kendaraan Tempur Pindad yang Punya Keunggulan Mobilitas

Bagian-bagian pesawat CN295 buatan Dirgantara Indonesia (Kalimantansatu.com/Tangkap layar website resmi Dirgantara Indonesia)

Sekilas Tentang PT Dirgantara Indonesia (Persero)

PT Dirgantara Indonesia (Persero), juga dikenal sebagai PTDI adalah salah satu perusahaan aerospace di Asia dengan kompetensi inti dalam desain dan pengembangan pesawat, pembuatan struktur pesawat, produksi pesawat, dan layanan pesawat untuk sipil dan militer dari pesawat ringan dan menengah.

Sejak didirikan pada tahun 1976, sebagai perusahaan milik negara di Bandung, Indonesia, PTDI telah berhasil mengembangkan dan mengembangkan kemampuannya sebagai industri kedirgantaraan.

Di bidang pembuatan pesawat, PTDI telah memproduksi berbagai jenis pesawat, seperti CN235 untuk transportasi sipil atau militer, Pesawat Surveillance Maritim, Pesawat Patroli Maritim, dan pesawat Penjaga Pantai.

Secara total, PTDI telah mengirimkan hampir 400 pesawat ke 50 operator di seluruh dunia.

Di bawah Perjanjian Kerjasama strategis dengan Airbus Defense & Space, Spanyol, PTDI mengembangkan dan memproduksi NC212i (versi perbaikan NC212-400), memproduksi komponen CN235 dan CN295 untuk diekspor ke Airbus Defense & Space, dan juga melakukan Light Final Assembly and Delivery. Pusat CN295.

PTDI bekerja sama dengan LAPAN telah sukses membangun pesawat N219 dan telah melakukan uji terbang perdana pesawat N219 pada tanggal 16 Agustus 2017.

Pesawat N219 merupakan pesawat penumpang dengan kapasitas 19 orang dengan dua mesin turboprop yang mengacu kepada regulasi CASR Part 23.

Pesawat ini memiliki kemampuan lepas landas di landasan pendek yang tidak dipersiapkan sehingga akan menjadi pendukung konektivitas antar pulau terutama di wilayah Perintis.

Halaman:

Tags

Terkini