Apa Respons PSSI Setelah Timnas Indonesia Disanksi FIFA Imbas Ulah Diskriminatif Suporter saat Laga Vs Bahrain Beberapa Waktu Lalu ?

photo author
R Ridho Triwi D.N, Kalimantan Satu
- Senin, 12 Mei 2025 | 21:54 WIB
Logo PSSI (Kalimantansatu.com/Dok. PSSI)
Logo PSSI (Kalimantansatu.com/Dok. PSSI)

KALIMANTANSATU.COM - FIFA memberi sanksi kepada Indonesia akibat tindakan dari para pendukung atau suporter dalam pertandingan Indonesia versus Bahrain pada 25 Maret 2025 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta.

Akibat hukuman itu PSSI harus mengurangi jumlah penonton saat Indonesia menjamu Tiongkok pada laga lanjutan Grup C Babak Ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia, Kamis (6/6/2025) mendatang.

"Jadi PSSI sudah mendapatkan surat dari FIFA, dengan referensi FDD-23338 Pasal 15 tentang diskriminasi," kata anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Arya Sinulingga.

Baca Juga: Jelang Laga Indonesia vs China, Timnas Garuda Kena Sanksi FIFA ! Apa itu ?

"Keputusan FIFA yang menyatakan PSSI harus bertanggung jawab terhadap perilaku diskriminatif suporter pada saat pertandingan Indonesia lawan Bahrain, yang dimainkan tanggal 25 Maret 2025, FIFA juga mengirimkan laporan, jadi ada monitoring sistem mereka, anti-diskriminasi, sebagai laporan mereka," tambah Arya.

Arya menjelaskan bahwa berdasarkan laporan mereka, FIFA menyatakan suporter Indonesia paling aktif berada di Tribun Utara dan Selatan, atau yang menempati area belakang gawang.

Perilaku diskriminatif itu dikatakan Arya terjadi di Sektor 19, pada menit 80.

Pada saat itu, sekitar 200-an suporter tuan rumah disebut meneriakkan kata-kata yang mengandung unsur Xenophobia kepada Bahrain.

Xenophobia adalah rasa takut, tidak suka, atau bahkan kebencian terhadap orang asing atau orang yang dianggap berbeda, baik dari segi fisik, budaya, maupun kewarganegaraan.

Baca Juga: Inspiratif, Kisah Penjual Bakso Naik Haji 2025 ! Pasangan Suami-Istri Asal Jateng itu Sabar Menyisihkan Hasil Dagang Selama 27 Tahun

"Suporter berteriak 'Bahrain bla bla bla', akibatnya yang pertama PSSI didenda hampir setengah miliar, Rp 400 juta'an lebih," ujar Arya.

"Kemudian yang kedua, PSSI diperintahkan FIFA untuk memainkan pertandingan berikutnya (lawan Tiongkok) dengan jumlah penonton terbatas," ucapnya.

Untuk itu, PSSI diminta FIFA untuk mengurangi 15 persen jumlah tiket dari kapasitas di Tribun Utara dan Selatan.

PSSI juga harus memberikan rencana pemetaan tempat duduk kepada FIFA, 10 hari sebelum pertandingan Indonesia vs Tiongkok digelar.

"Tapi FIFA juga memberikan ruang atau alternatif, boleh saja diberikan, tapi kepada komunitas anti-diskriminasi, atau komunitas khusus seperti keluarga, mungkin pelajar atau perempuan," tutur Arya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: R Ridho Triwi D.N

Sumber: PSSI

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X