Satoru Mochizuki Dicopot dari Jabatan Pelatih Timnas Putri Indonesia Setelah Gagal Tembus Piala Asia 2026, Kini Masih Isi Posisi Baru di PSSI

photo author
R Ridho Triwi D.N, Kalimantan Satu
- Kamis, 17 Juli 2025 | 20:55 WIB
Pelatih Timnas Putri Indonesia U17, Satoru Mochizuki (Kalimantansatu.com/Dok. PSSI)
Pelatih Timnas Putri Indonesia U17, Satoru Mochizuki (Kalimantansatu.com/Dok. PSSI)

KALIMANTANSATU.COM – Pelatih Timnas Putri Indonesia, Satoru Mochizuki, resmi dicopot dari jabatannya usai gagal membawa Garuda Pertiwi melaju ke Piala Asia Wanita 2026.

Adapun kabar pencopotan Satoru Mochizuki itu telah dikonfirmasi langsung oleh Anggota Komite Eksekutif PSSI, Vivin Cahyani, pada Rabu 16 Juli 2025.

“Coach Mochi sekarang difokuskan untuk di development, sudah keputusan juga dari Ketum melalui koordinasi dengan Exco bahwa kita lihat jenjang yang lebih tinggi ya untuk Coach Mochi,” ujar Vivin di Jakarta, Rabu 16 Juli 2025.

Namun demikian, Mochizuki disebut akan tetap berkontribusi di PSSI dalam pengembangan sepak bola putri, termasuk menyusun peta jalan (roadmap) masa depan Garuda Pertiwi.

Baca Juga: Harapan Netizen di Medsos seusai Hasil Drawing Round 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026 Pastikan Laga Timnas Indonesia vs Irak dan Indonesia vs Arab Saudi

“Kita lihat dari pengalamannya beliau, kredibilitasnya, networking beliau dengan JFA,” imbuh Vivin.

PSSI sendiri kini tengah mencari sosok baru untuk mengisi posisi pelatih Timnas Putri Indonesia.

Lebih lanjut, federasi akan fokus melakukan seleksi terhadap kandidat yang dinilai paling sesuai bagi skuad timnas putri.

“Fokus cari untuk head coach di Timnas senior, jadi karena kita sudah punya Akira di U-19 sekarang, U-20 nantinya,” jelas Vivin.

Vivin juga menyampaikan bahwa arah pengembangan sepak bola putri Indonesia tetap mengacu ke negara Jepang.

“Kita sudah putuskan kalau putri kita kiblatnya Jepang, dan sudah ada pembicaraan juga dengan JFA terkait itu,” katanya.

Bahkan, tak menutup kemungkinan pelatih Timnas Putri U-19 saat ini, Akira, akan diangkat menjadi pelatih kepala tim senior.

(*)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: R Ridho Triwi D.N

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X