Namun jika masyarakat tetap bersikeras membuka lahan maka dipercaya bisa terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti kecelakaan, sakit bahkan meninggal dunia.
Walaupun akhirnya lokasi bisa dibuka untuk ladang, besar dipercaya bahwa setiap tahun bisa memakan korban jiwa dari keluarga yang membuka ladang tersebut.
Untuk membuka ladang baru biasanya dilakukan dalam selang waktu 2 tahun karena membuka lahan perladangan di lokasi yang baru harus memperhatikan syarat dan tahapan sesuai aturan Adat yang berlaku.
Salah satu yang harus diperhatikan pada saat membuka ladang yang baru, yaitu memperhatikan dulu jenis-jenis kayu dan akar dilokasi tersebut apakah saling melilit satu sama lain atau biasa saja.
Baca Juga: Lirik Lagu Dayak Kalteng Terbaru Batatempak dari Intan Aishwara, Artis Lokal Kalimantan Tengah
Menurut kepercayaan masyarakat lokal banyaknya kayu dan akar yang terlilit menandakan akan banyaknya halangan dan rintangan pada saat berladang nantinya.
Demikianlah bagaimana masyarakat suku Dayak Maanyan dan Lawangan di Barito Timur Kalimantan tengah terhubung dengan Roh Penjaga Hutan dalam hal berladang, semoga pengetahuan ini bermanfaat.***