Kalimantansatu - Jika anda menemukan tiang dengan ukiran berupa patung berada di depan rumah atau disebuah areal di wilayah Kalimantan Tengah maka anda telah melihat sebuah hasil karya olah seni ukir tradisional khas suku Dayak Kalteng.
Ukiran patung ini memiliki sebutan berbeda seperti Balontang di suku dayak Maanyan dan Lawangan sedangkan di suku dayak Ngaju menyebutnya Sapundu.
Sapundu merupakan salah satu bentuk seni ukir tradisional masyarakat Dayak Ngaju di Kalimantan Tengah, berupa patung-patung dengan motif dan fungsi yang khas.
Dikutip dari Instagram @disbudparkalteng "sesungguhnya tidak terdapat aturan adat yang secara ketat mengatur motif ukiran pada sapundu. Namun pada kenyataannya motif ukiran sapundu hampir seluruhnya menggambarkan tentang manusia."
Sedangkan untuk Balontang juga hampir sama, dalam peembuatan gambaran ataupun bentuk balontang tidak ada aturan tertentu yang mengikat namun biasanya menggambarkan pemiliknya semasa hidup.
Pada umumnya media ukir Sapundu dan Balontang menggunakan kayu ulin, atau dalam bahasa Dayak Ngaju disebut tabalien.
Baca Juga: Usulan Kenaikan Pangkat Bagi Pegawai Negeri Sipil Akan Segera Dimulai, Simak Kapan Dibukanya disini
Pemilihan jenis kayu ulin ini tentu salah satunya karena kekuatan kayu ini yang mampu bertahan hingga mencapai ratusan tahun.
Patung Sapundu sendiri merupakan alat kelengkapan dari upacara Tiwah, yang digunakan untuk mengikat hewan-hewan kurban.
Selain itu sapundu juga dapat digunakan untuk mengukur tingkatan sosial seseorang di dalam suatu kelompok masyarakat.
"Banyak sapundu-sapundu yang dicuri untuk kemudian diperjualbelikan. Apabila aksi pencurian dan penjualan sapundu dibiarkan saja tanpa adanya usaha perlindungan, maka dikhawatirkan suatu hari nanti sapundu-sapundu yang telah berusia ratusan tahun akan hilang." tulis instagram @disbudparkalteng.
Baca Juga: Tidak Pulang Beberapa Hari, Seorang Wanita Laporkan Suaminya yang Diduga Selingkuh Ke Polisi
Di satu sisi lain Sapundu atau Balontang juga dianggap memiliki kekuatan magis dan nilai eksotime.
Artikel Terkait
Lirik Lagu Pingal - Denny Caknan, Berhasil Ditonton Lebih Dari 31 Juta Pengguna YouTube
Lirik Lagu Lemah Teles - Happy Asmara, 'Kowe Mbelok Ngiwo Nengen Tanpo Nguwasne Mburi'
Lirik Lagu Jawa 'Ngidam Pentol' Dinyanyikan Oleh Nella Kharisma Feat Dory Harsa
Lirik Lagu Jawa 'Tak Warahi Carane' Dinyanyikan Pendangdut Cantik Happy Asmara
Lirik Lagu Jawa Sewu Kutho dari Maestro Campur Sari Didi Kempot, Wis Tak Cubo Nglaliake Jenengmu Soko Atiku
Lirik Lagu Jawa dengan Judul Stasiun Balapan dari Didi Kempot, Godfather of Broken Heart
'Kariyau' Roh Penjaga Hutan yang Pengaruhi Sistem Ladang Berpindah Suku Dayak Maanyan dan Lawangan
Ada Apa dengan Topik Pacaran 2Jt yang Trending Hari Ini di Twitter, Ternyata Begini
Link Nonton KKN di Desa Penari Uncut, Bukan di Telegram, LK21, atau TIX ID, Tapi Disini Lebih Aman
9 Tips Mengerjakan Skripsi atau Tugas Akhir dengan Tepat Waktu, Mahasiswa Tingkat Akhir Wajib Tahu!