7 Ritual Kematian yang Ada Di Dunia, Adakah Salah Satunya yang Sudah Kamu Ketahui ?

photo author
Masreal Bachrul Alam, Kalimantan Satu
- Senin, 4 September 2023 | 22:11 WIB
Foto Pemakaman (pixabay/vlanka)
Foto Pemakaman (pixabay/vlanka)

KALIMANTANSATU.COM - Kematian adalah sesuatu yang pasti, yang dapat terjadi oleh semua makhluk hidup.

Setiap negara dibelahan dunia memiliki beragam bentuk tradisi dalam prosesi kematian.

Dalam proses kematian seseorang tersebut tidak sedikit memasukkan tradisi budaya untuk  menghormati kematian seseorang dengan cara yang sering kali unik dalam budaya mereka.

Baca Juga: Apa Itu Katalis ? Pengertian Katalis Ternyata Ini Loh Sahabat. Kamu Wajib Tahu !

Dilansir Kalimantansatu dari Britannica, terdapat beberapa ritual kematian dibeberapa negara di dunia, Mari Sahabat Generasi Emas Kalimantan Satu, kita lihat tujuh ritual penguburan tersebut !

1. Sky Burial

Pertama ada pemakaman di langit, itu adalah sesuatu hal biasa di Tibet di kalangan umat Buddha yang percaya pada nilai mengirimkan jiwa orang yang mereka cintai menuju surga. Dalam ritual ini, jenazah ditinggalkan di luar, sering kali dipotong-potong, untuk dimakan burung atau hewan lain. Hal ini memiliki tujuan ganda, yaitu menghilangkan wadah tubuh yang kini kosong dan membiarkan jiwa pergi, sekaligus merangkul lingkaran kehidupan dan memberikan makanan kepada hewan.

2. Famadihana

“Menari dengan orang mati” kata yang paling tepat menggambarkan tradisi penguburan Famadihana di Madagaskar. Masyarakat Malagasi membuka makam orang mati setiap beberapa tahun dan membungkusnya kembali dengan pakaian penguburan yang baru. Setiap kali orang mati mendapat bungkusan baru, mereka juga mendapat tarian baru di dekat makam sementara musik diputar di mana-mana. Ritual ini—diterjemahkan sebagai “pembalikan tulang”—dimaksudkan untuk mempercepat pembusukan dan mendorong arwah orang mati menuju alam baka.

3. Water Burial

Seperti namanya, pemakaman di air. Jenis pemakaman ini banyak terdapat pada budaya, terutama di negara-negara Nordik, yang menggunakan air dalam ritual pilihan mereka untuk orang mati, mulai dari meletakkan peti mati di atas tebing menghadap ke air hingga benar-benar menggunakan air sebagai tempat pemakaman. Ada pula yang menempatkan jenazah di “kapal kematian”, baik di sepanjang sungai atau dikirim ke laut, untuk mengembalikan jenazah tersebut kepada para dewa atau tempat-tempat yang paling dihargai oleh masyarakat di daerah tersebut.

4. The Parade

Merayakan kehidupan orang yang meninggal bisa dilakukan dalam berbagai bentuk. Sebuah tradisi dari Varanasi, India, melibatkan mengarak orang mati di jalan-jalan, jenazah didandani dengan warna-warna yang menonjolkan keutamaan orang yang meninggal (merah untuk kesucian atau kuning untuk pengetahuan, misalnya). Dalam upaya untuk mendorong jiwa-jiwa mencapai keselamatan, mengakhiri siklus reinkarnasi, jenazah dipercik dengan air dari Sungai Gangga dan kemudian dikremasi di tempat kremasi utama kota.

5. Tower of Silence

Salah satu tradisi Zoroaster (agama pra-Islam kuno Iran) mengharuskan burung nasar untuk menjaga ritual penguburan kuno tetap hidup. Dalam tradisi tersebut, mayat diyakini mengotori segala sesuatu yang disentuhnya—termasuk tanah dan api—dan secara historis, mengangkat mayat ke langit untuk dimakan burung nasar adalah satu-satunya pilihan. Air seni banteng digunakan untuk membersihkan tubuh sebelum alat-alat yang kemudian dimusnahkan digunakan untuk memotong pakaian. Mayat tersebut kemudian ditempatkan di atas Menara Keheningan, agar tidak menghalangi orang hidup yang dapat ternoda olehnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Masreal Bachrul Alam

Sumber: Britannica

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X