Apa Penyebab Terjadinya Gempa Bumi dan Dimanakah Titik - Titik nya ? Yuk Cari Tahu !

photo author
Masreal Bachrul Alam, Kalimantan Satu
- Senin, 11 September 2023 | 21:04 WIB
Foto Gempa Bumi Tukri (Pinterest/TheAtlantic)
Foto Gempa Bumi Tukri (Pinterest/TheAtlantic)

KALIMANTANSATU.COMGempa bumi adalah salah satu dari sekian bencana alam yang ada di dunia ini.

Gampa bumi dapat mengakibatkan retakan tanah yang cukup signifikan hingga dapat menimbulkan korban jiwa.

Karena banyak kasus terjadinya korban jiwa karena tertimpa bangunan, sehingga diperlukan mitigasi bencana yang baik serta desain hunian yang lebih kokoh agar dapat memperkecil bangunan tersebut runtuh.

Baca Juga: Air yang Terkandung di Dalam Kaktus Amankah Untuk Dikonsumsi ? Simak Faktanya, Jangan Keliru !

Namun apakah gempa bumi itu ? Dan bagaimana catatan sejarahnya ? Yuk Sahabat Generasi Emas Kalimantan Satu kita cari tahu.

Dilansir Kalimantansatu dari Britannica, gempa bumi adalah guncangan tanah secara tiba-tiba yang disebabkan oleh gangguan yang lebih dalam pada kerak bumi.

Sebagian besar gempa bumi terjadi ketika massa batuan yang saling menekan di sepanjang garis patahan tiba-tiba retak dan tergelincir sehingga menimbulkan benturan sehingga mengakibatkan benturan dan geseran hingga kepermukaan bumi.

Gempa bumi besar di bumi dapat terjadi terutama di daerah sabuk yang bertepatan dengan tepi lempeng tektonik.

Titik-titik ini termasuk Sabuk Sirkum-Pasifik, yang mempengaruhi Selandia Baru, Nugini, Jepang, Kepulauan Aleutian, Alaska, dan pantai barat Amerika Utara dan Selatan; Sabuk Alpide, yang melewati wilayah Mediterania ke arah timur melalui Asia; pegunungan samudera di Samudra Arktik, Atlantik, dan Hindia bagian barat; dan lembah keretakan di Afrika Timur.

“Ukuran” atau magnitudo gempa bumi biasanya dinyatakan dalam skala Richter, yang menetapkan tingkat dari 1,0 atau lebih rendah hingga 8,0 atau lebih tinggi. Gempa terbesar yang pernah tercatat (kekuatan 9,5 Richter) terjadi di lepas pantai Chile pada tahun 1960.

“Kekuatan” gempa diukur dalam skala intensitas seperti skala Mercalli, yang memberikan ukuran kualitatif kerusakan pada medan dan struktur yang berkisar dari “tidak terasa” hingga “merusak hampir total”.

Gempa paling dahsyat di zaman modern terjadi pada tahun 1976, di kota Tangshan, Tiongkok, setelah gempa berkekuatan 7.8  skala richter (dalam catatan pemerintah Tiongkok) meskipun beberapa sumber mencatatkan setinggi 8,2 sehingga membuat rata kota tersebut dan lebih dari 250.000 orang tewas. 

Baca Juga: Apa Perbedaan Great Britain dan United Kingdom ? Serupa Namun Tak Sama, Yuk Kenali Perbedaannya

Jadi itulah sahabat pengertian gempa dan catatan sejarahnya, kita tahu bahwa gempa bumi terjadi diluar prediksi manusia dan merupakan kehendak Tuhan.

Namun bencana tersebut dapat dihindari atau diminalisir sehingga mengurangi resiko yang ditimbulkan dengan misalnya menumbuhkan kesadaran mitigasi masyarakat yang tinggal diwilayah yang rawan dengan bencana alam.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Masreal Bachrul Alam

Sumber: Britannica

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X