Apa itu Badai Matahari ? Waduh, Para Ilmuwan Prediksi Puncak Badai Matahari Terjadi Tahun 2024 ! Sahabat, Sudah Tahu Badai Matahari itu Apa ?

photo author
Tim Kalimantan Satu 02, Kalimantan Satu
- Minggu, 14 Januari 2024 | 10:37 WIB
Matahari (Kalimantansatu.com/WikiImages)
Matahari (Kalimantansatu.com/WikiImages)

KALIMANTANSATU.COM - Matahari adalah bola gas yang "hidup dan bernapas" dan terus aktif.

Dan, seperti banyak proses alami di bumi, aktivitas Matahari bersifat siklus (berulang dalam jangka waktu tertentu).

Siklus ini disebut oleh para ilmuwan sebagai siklus matahari.

Para ilmuwan memperkirakan siklus aktivitas Matahari saat ini akan menghasilkan puncak badai matahari pada tahun 2024.

Badai matahari terbesar yang pernah tercatat adalah pada tahun 1859 yang menghantam kantor telegraf di seluruh dunia dan menyebabkan aurora raksasa terlihat di Kepulauan Karibia.

Beberapa operator telegraf melaporkan kejutan listrik dan kertas terbakar, dan banyak sistem telegraf terus mengirim dan menerima sinyal bahkan setelah operator memutus baterai, demikian laporan NOAA di websitenya.

Baca Juga: Cara Kerja Panel Surya Ternyata Seperti Ini. Sudah Tahu Apa itu Panel Surya Sahabat Generasi Emas ?

Sebenarnya, apa itu badai matahari ?

Dikutip Kalimantansatu.com dari Wonderpolis.org, badai matahari adalah istilah yang digunakan untuk efek atmosfer yang dirasakan di Bumi akibat peristiwa tertentu yang terjadi di Matahari.

Anda mungkin menganggap Matahari sebagai cahaya terang yang tidak pernah berubah.

Kenyataannya, ini adalah bola gas cair yang sangat besar dan terus berubah.

Badai matahari terjadi ketika Matahari mengeluarkan semburan energi yang sangat besar dalam bentuk jilatan api matahari dan lontaran massa koronal.

Fenomena inimengirimkan aliran muatan listrik dan medan magnet menuju Bumi dengan kecepatan sekitar tiga juta mil per jam.

Ketika badai matahari melanda bumi, sering kali badai matahari menghasilkan tampilan “cahaya utara" yang mempesona di bagian atmosfer yang dapat dilihat di wilayah dekat Lingkaran Arktik.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Prabu Warah

Sumber: wonderopolis.org

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X