KALIMANTANSATU.COM - Tanaman seperti halnya makhluk hidup lain, yang dapat tumbuh dan berkembang guna mempertahankan keberlangsungan hidupnya.
Memerlukan makanan dan faktor lainnya agar dapat bekembang dengan baik.
Oleh manusia tanaman digunakan banyak manfaat nya, untuk dikonsumsi ataupun sebagai objek untuk memperindah lingkungan rumah.
Namun karena memiliki kesamaan antara makhluk hidup lainnya, apakah tanaman juga dapat merasakan sakit jika kita mencabut atau tidak sengaja mematahkannya ?
Simak dengan baik ya Sahabat Generasi Emas Kalimantan Satu !
Baca Juga: Apa Itu Katalis ? Pengertian Katalis Ternyata Ini Loh Sahabat. Kamu Wajib Tahu !
Dilansir Kalimantansatu dari Britannica, ternyata tumbuhan tidak memiliki reseptor rasa sakit, saraf, atau otak, tanaman tidak merasakan sakit seperti yang kita pahami sebagai anggota dunia hewan.
Mencabut wortel atau memangkas pagar tanaman bukanlah suatu bentuk penyiksaan tumbuhan, dan Anda dapat menggigit apel tersebut tanpa khawatir.
Namun, tampaknya banyak tumbuhan yang mampu merasakan dan mengkomunikasikan rangsangan fisik dan kerusakan dengan cara yang lebih canggih dari yang diperkirakan sebelumnya.
Beberapa tumbuhan memiliki kemampuan sensorik yang jelas, seperti penangkap lalat Venus dan perangkapnya yang luar biasa yang dapat menutup dalam waktu sekitar setengah detik.
Demikian pula, tanaman sensitif dengan cepat menggugurkan daunnya sebagai respons terhadap sentuhan, sebuah adaptasi yang mungkin dapat mengejutkan calon herbivora.
Meskipun tumbuhan ini secara nyata menunjukkan kapasitas sensorik yang jelas, penelitian terbaru menunjukkan bahwa tumbuhan lain mampu merasakan dan merespons rangsangan mekanis pada tingkat sel.
Arabidopsis (tanaman sawi yang biasa digunakan dalam penelitian ilmiah) mengirimkan sinyal listrik dari daun ke daun ketika dimakan oleh ulat atau kutu daun, sinyal untuk meningkatkan pertahanan kimianya terhadap herbivora.
Meskipun respons luar biasa ini dipicu oleh kerusakan fisik, sinyal peringatan listrik tidak setara dengan sinyal rasa sakit, dan kita tidak boleh mengantropomorfisasi tanaman yang terluka sebagai tanaman yang kesakitan.
Tumbuhan mempunyai kemampuan luar biasa dalam merespons sinar matahari, gravitasi, angin, dan bahkan gigitan serangga kecil, namun (untungnya) keberhasilan dan kegagalan evolusioner mereka tidak dibentuk oleh penderitaan, hanya kehidupan dan kematian sederhana.