Ibadah wukuf dilakukan dengan berdiam diri dan berdzikir di Padang Arafah hingga matahari terbenam.
Sedangkan pada manasik haji, anak-anak dapat melakukannya di suatu ruangan.
Di dalam ruangan itu, anak-anak juga dihimbau untuk membaca bacaan talbiyah sebelum melaksanakan ibadah haji.
Adapun bacaan talbiyah yang dilakukan saat menunaikan ibadah haji yaitu:
لَبَّيْكَ، لَبَّيْكَ لَا شَرِيْكَ لَكَ لَبَّيْكَ، إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ لاَ شَرِيْكَ لَكَ
"Labbaikallahumma labbaik, Labbaika laa syariika laka labbaik. Innal hamda wan ni'mata laka wal mulk. La syarika lak."
3. Menuju Masjidil Haram
Setelah wukuf di Padang Arafah, anak-anak kemudian diarahkan menuju Masjidil Haram untuk melakukan sholat Idul Adha dua rakaat.
Para guru kemudian meminta anak-anak untuk menunaikan sholat dhuha dengan didampingi oleh penanggung jawabnya masing-masing.
Pada rakaat pertama sholat Idul Adha, takbir dilakukan sebanyak 7 kali dengan membaca:
"Subhanallah, walhamdulillah, wala ilaha illallah, wallahu akbar, wala haula wala quwwata illa billahil 'aliyyil azhim."
4. Lempar Jumrah
Jumrah dilakukan pada tanggal 10 Dzulhijjah sebagai simbol melempari setan yang dijelmakan dalam tiga bagian, yaitu jumrah ula atau sughra, jumrah wustha, dan jumrah 'aqabah.
Pada umumnya, lempar jumrah dilakukan dengan melemparkan batu kerikil ke Jumrah Aqabah.