AKALIMANTANSATU.COM - Tallas Kamase-masea. Begitulah prinsip hidup yang dianut komunitas Kajang. Mereka menjauh dari gaya hidup mewah.
Dalam menjalani hidup ini mereka senantiasa penuh kesungguhan untuk ‘hidup sederhana’.
Selain teguh memegang adat tradisional, juga menutup diri dari modernisasi.
Suku Kajang menetap di Desa Tana Toa, Kecamatan Kajang, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan (Sulsel).
Desa Tana Toa sendiri terletak sekitar 200 kilometer arah Timur Kota Makassar.
Secara geografis, daerah Suku Kajang terbagi menjadi dua, yakni Kajang Dalam atau yang mereka sebut ‘tau Kajang’ dan Kajang Luar atau yang disebut ‘tau Lembang’.
Batas antara Kajang Dalam dan Kajang Luar ditandai dengan pintu gerbang berarsitektur tradisional Kajang.
Hingga kini, orang Kajang Dalam tidak tersentuh aliran listrik dan pakaian mereka identik dengan warna hitam.
Selain itu, mereka juga tidak menggunakan alas kaki (sandal).
Uniknya, mereka tidak mengenal adanya strata sosial atau sistem hierarki.
Ini terlihat dari hunian/tempat tinggal mereka yang seragam walaupun ada rumah ammatoa (pimpinan adat tertinggi).
Melansir laman Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, ammatoa bukan dipilih karena garis keturunan.
Melainkan, ditunjuk melalui proses ritual di dalam hutan Tonbolo atau hutan keramat yang disebut Turiek Akrakna (yang berkehendak).