ekonomi-bisnis

Ketika Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Soroti Warga RI Susah Cari Kerja, Nilai Penyebabnya Gegara Dana Rp425 Triliun Mengendap di Bank Indonesia

Rabu, 10 September 2025 | 21:30 WIB
Purbaya Yudhi Sadewa, sosok pengganti Menkeu Sri Mulyani di Kabinet Merah Putih, pada Senin, 8 September 2025. (Kalimantansatu.com/Dok. LPS)

Berkaitan dengan hal itu, Menkeu pengganti Sri Mulyani itu juga menyinggung kasus serupa pernah terjadi di era Presiden ke-7 RI, Joko Widodo.

Baca Juga: Ketika Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Minta Maaf dan Janji Perbaiki Komunikasi Publik, Sebut Ucapannya Terkait Tuntutan 17 Plus 8 Dipelintir

Saat itu, tutur Purbaya, pertumbuhan uang beredar hanya sekitar 7 persen, bahkan sempat tidak tumbuh sama sekali selama dua tahun.

Purbaya yang kala itu masih menjabat sebagai deputi di Kemenko Kemaritiman dan Investasi mengaku kaget saat diminta Jokowi membantu menyelesaikan persoalan tersebut.

"Saya bilang, Bapak bangun apa pun enggak akan maksimal, karena mesin ekonomi kita pincang. Hanya pemerintah yang jalan, sementara 90 persen perekonomian melambat," kenangnya.

Menurutnya, kondisi stagnasi pertumbuhan uang beredar juga menjadi pemicu gejolak sosial, termasuk demonstrasi besar yang terjadi belakangan.

"Real sector susah, semua susah, keluar tagline #IndonesiaGelap. Kita salah arah karena 90 persen perekonomian digerakkan permintaan domestik," tukas Purbaya.

(*)

Halaman:

Tags

Terkini