ekonomi-bisnis

Tumbuh 8,2% ! Realisasi Investasi Hilirisasi Tembus Rp147,5 T di Triwulan I 2026, Rosal Roeslani Beberkan Rinciannya

Kamis, 23 April 2026 | 19:17 WIB
Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mengumumkan total realisasi investasi hilirisasi pada periode Triwulan I 2026 sebesar Rp147,5 triliun. (Kalimantansatu.com/Dok. Bakom RI)

KALIMANTANSATU.COM, JAKARTA - Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mengumumkan total realisasi investasi hilirisasi pada periode Triwulan I 2026 sebesar Rp147,5 triliun.

Angka tersebut tumbuh 8,2% dibanding triwulan I 2025 yang sebesar Rp136,3 triliun.

Investasi di bidang hilirisasi mencapai 29,6% dari total realisasi investasi sepanjang Triwulan I 2026 yang sebesar Rp498,8 triliun.

Baca Juga: Sektor Hilirisasi Makin Bergairah Ketika Investasi Asing Kembali Dominan, NEXT Indonesia Center: Sinyal Kuat Kebijakan Ekonomi Nasional di Jalur Benar

"Kontribusi dari investasi dari sektor yang berhubungan dengan hilirisasi cukup signifikan dan bisa semakin meningkat ke depannya," kata Menteri Investasi/Kepala BKPM, Rosal Perkasa Roeslani, dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (23/4/2026).

Dari total realisasi investasi hilirisasi Rp147,5 triliun tersebut, Rp98,3 triliun di antaranya adalah hilirisasi mineral.

Rinciannya yakni nikel Rp41,5 triliun, tembaga Rp20,7 triliun, besi baja Rp17,0 triliun, bauksit Rp13,7 triliun, timah Rp2,5 triliun, lainnya Rp2,9 triliun.

Lalu hilirisasi perkebunan dan kehutanan sebesar Rp29,8 triliun. Rinciannya kelapa sawit Rp18,3 triliun, kayu log Rp7,0 triliun, karet Rp2,4 triliun, lainnya Rp2,1 triliun.

Baca Juga: Mimpi Anak Pengemudi Ojol untuk Kuliah di AS Tetap Hidup Berkat Sekolah Rakyat, Ingin Jadi Data Science Analyst

"Kita menginginkan investasi ke hilirisasi perkebunan dan kehutanan juga meningkat," ucapnya.

Kemudian hilirisasi minyak dan gas bumi (migas) Rp17,7 triliun, terdiri dari minyak bumi Rp13,6 triliun serta gas bumi Rp4,1 triliun.

Adapun hilirisasi perikanan dan kelautan sebesar Rp1,7 triliun. Komoditas pada sektor ini termasuk garam, ikan TCT (tuna, cakalang, tongkol), udang, rumput laut, rajungan, tilapia.

"Kita melihat investasi hilirisasi perikanan dan kelautan bisa meningkat pada semester depan," ujar Rosan.

Mayoritas realisasi investasi hilirisasi berlokasi di luar Jawa, yakni 75,5% atau Rp111,4 triliun.

Halaman:

Tags

Terkini