KALIMANTAN SATU - Upaya Ukraina mendapatkan bantuan jet tempur masih berlanjut seperti yang disampaikan Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Kuleba.
Dmytro Kuleba menyatakan bahwa Ukraina bekerja sama dengan mitra Barat untuk mendapatkan skuadron pertama jet tempur.
Hal ini disampaikan Dmytro Kuleba selama siaran berita nasional 24/7 pada 6 Februari, seperti dikutip dari layanan pers Kementerian dan pravda.ru.
Baca Juga: Film Ant-Man and the Wasp: Quantumania Kapan Tayang? Ini Jadwal dan Sinopsisnya
Dalam hal bantuan jet tempur ini Ukraina tidak memparmasalahkan jenis yang mungkin diterima.
"Tidak penting apakah itu F-16 Amerika, Gripen Swedia, Mirage atau Rafale Prancis, atau Eurofighter." ungkap Kuleba.
"Penting untuk membuka posisi, menghilangkan tabu dan menerima skuadron pertama baru kemudian, dengan mempertimbangkan ketersediaan dan kemudahan servis, kami dapat memutuskan model mana yang akan menjadi taruhan utama," yakin menteri Luar Negeri Ukraina ini.
Walaupun begitu, Kuleba mempertimbangkan bahwa model dasar untuk Ukraina, mengingat pasokan dan akses pemeliharaan, adalah F-16 Amerika.
Tapi ini belum tentu menjadi pesawat tempur asing pertama yang akan diterima Ukraina.
“Saya yakin kami akan membuka kemungkinan untuk memasok pesawat tempur,” tegas Kuleba.
Dia menambahkan bahwa satu-satunya hambatan bagi mitra untuk menyediakan pesawat tempur ke Ukraina adalah masalah psikologis.
Dia juga menyimpulkan bahwa hambatan yang sama pernah menghalangi penerimaan sistem HIMARS, rudal permukaan-ke-udara Patriot, dan tank Barat.