Gempa Hantam Turki dan Surian, Ribuan Terluka dan Ratusan Korban Tewas di Kedua Negara

photo author
Patriano Jaya Maleh, Kalimantan Satu
- Selasa, 7 Februari 2023 | 09:10 WIB
Gempa Turki Suriah berkekuatan 7,7 magnitudo  menewaskan 1.600 orang lebih di kedua negara (Foto : TikTok @pudanpeapea)
Gempa Turki Suriah berkekuatan 7,7 magnitudo menewaskan 1.600 orang lebih di kedua negara (Foto : TikTok @pudanpeapea)

KALIMANTAN SATU - Korban tewas akibat gempa di Turki dan Suriah dikabarkan meningkat pasca pergerakan tim penyelamat.

Untuk Turki dikabarkan mencapai 1000 orang tewas sedangkan di Suriah mencapai 461 orang.

Update korban tewas di Suriah disampaikan oleh Kementerian Kesehatan setempat lewat halaman Facebook-nya.

Baca Juga: Tak Peduli Jenis, Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Kuleba yakin Akan Dapat Bantuan Jet Tempur

Menurut kementerian Suriah setidaknya 1.326 warga dikabarkan terluka namun statistik korban belum final, kata Kementerian Kesehatan.

Provinsi Aleppo, Latakia, Tartus dan Hama di Suriah, yang terletak di barat dan barat laut negara itu adalah yang paling terpukul.

Gempa ber magnitudo 7,7 melanda provinsi Kahramanmaras di tenggara Turki pada Senin pagi.

Baca Juga: Film Ant-Man and the Wasp: Quantumania Kapan Tayang? Ini Jadwal dan Sinopsisnya

Menurut statistik terbaru, lebih dari 1.000 orang tewas dan pada sore hari, gempa baru berkekuatan 7,6 tercatat di Turki.

Beberapa gempa kuat, salah satunya mencapai 7,7 skala richter, mengguncang bagian tenggara Turki pada awal 6 Februari.

Gelombang kedua diukur pada 7,6 melanda di dekatnya pada sore hari, menyebabkan kerusakan dan kehancuran tambahan.

Baca Juga: Kota Bakhmut Menjadi Front Terpanas Konflik Rusia dan Ukraina, Pertempuran Berlangsung Sepanjang Hari

Sampai sekarang, lebih dari 1.500 korban telah dilaporkan di Turki dan lebih dari 500 di Suriah.

Negara-negara Eropa telah mengirim lebih dari 10 misi penyelamatan ke Turki.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Patriano Jaya Maleh

Sumber: Tass Rusian Agency, pravda.com.ua

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X