Kalbar Masuk Daftar 3 Besar Provinsi Inflasi Terendah Indonesia ! Pj Gubernur Kalbar Harisson Akan Galakkan Program Menanam Cabe di Pekarangan Rumah

photo author
Tim Kalimantan Satu 04, Kalimantan Satu
- Senin, 4 Desember 2023 | 19:48 WIB
Pj Gubernur Kalbar Harisson  (Kalimantansatu.com/Humas Pemprov Kalbar)
Pj Gubernur Kalbar Harisson (Kalimantansatu.com/Humas Pemprov Kalbar)

KALIMANTANSATU.COM, PONTIANAK - Provinsi Kalimantan Barat masuk dalam 10 Provinsi inflasi terendah.

Hal ini disampaikan langsung oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi secara virtual yang diikuti oleh Penjabat Gubernur Kalimantan Barat, dr. Harisson, M.Kes. di Data Analytic Room Kantor Gubernur Kalimantan Barat, Senin 4 Desember 2024.

Dalam kesempatan tersebut turut hadir Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat, Mohammad Bari, S.Sos., M.Si dan beberapa Kepala Perangkat Daerah di lingkup Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat.

"Inflasi di Kalimantan Barat untuk Bulan November Tahun 2023 ini di angka 2,01. Kita termasuk 3 Provinsi dengan inflasi terendah setelah Aceh dan Papua," ungkap Pj Gubernur Kalbar Harisson.

Baca Juga: Presiden Jokowi Luncurkan Sertifikat Tanah Elektronik, Pj Gubernur Kalbar Harisson Pastikan Kepemilikan Lebih Terjamin

Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat sering melaksanakan pengendalian inflasi dengan pengendalian harga sembako melalui operasi pasar di setiap Kabupaten/Kota di Kalimantan Barat.

"Jadi hal ini bisa dicapai karena kita sering melakukan operasi pasar, untuk pengendalian harga di beberapa Kabupaten serta gelar pangan murah dan pembagian-pembagian sembako kepada masyarakat yang membutuhkan," jelasnya.

Tak hanya itu, Orang nomor satu di Kalimantan Barat juga menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat akan menggencarkan program penanaman cabe di pekarangan rumah.

"Kita akan melaksanakan gerakan tanam cabe, sebenarnya rumah tangga - rumah tangga ini kalau mereka menanam cabe kan tidak perlu beli ke pasar dan ini yang akan galakkan.

"Karena memang cabe ini akan naik harganya apalagi menjelang natal dan tahun baru ditambah situasi El Nino, curah hujan yang tinggi sekarang ini akan menyebabkan gangguan produksi cabe," terangnya.

Pj Gubernur Kalbar Harisson (tengah) dan Pj Sekda Provinsi Kalbar Mohammad Bari saat rapat pengendalian inflasi pada Senin 4 Desember 2023.
Pj Gubernur Kalbar Harisson (tengah) dan Pj Sekda Provinsi Kalbar Mohammad Bari saat rapat pengendalian inflasi pada Senin 4 Desember 2023. (Kalimantansatu.com/Humas Pemprov Kalbar)

Dirinya menyebutkan, Pemerintah Provinsi nantinya membagikan bibit-bibit cabe ke rumah-rumah tangga melalui dinas terkait. 

“Karena ini kan kegiatan ibu-ibu di rumah, dengan memanfaatkan pekarangannya. Kita nanti bekerja sama dengan Tim Penggerak PKK Provinsi maupun Kabupaten/Kota untuk pencanangan dan juga menggalakkan gerakan menanam cabe.

"Semoga salah satu langkah positif ini, dapat menekan inflasi untuk pemenuhan kebutuhan masyarakat," harapnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Prabu Warah

Sumber: Humas Pemprov Kalbar

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X