7 Anak Mempawah Menjadi Korban Kekerasan dan Bullying ! Polres Mempawah Tangkap 4 Orang Terduga Pelaku. Aksi Sudah Dilakukan Sejak Desember 2023 Lalu

photo author
R Ridho Triwi D.N, Kalimantan Satu
- Kamis, 2 Mei 2024 | 20:39 WIB
Satuan Reskrim Polres Mempawah mengamankan empat orang atas dugaan kekerasan terhadap anak di bawah umur di Desa Antibar, Kecamatan Mempawah Timur, Kabupaten Mempawah, Provinsi Kalimantan Barat. (Kalimantansatu.com/Dok. Polres Mempawah )
Satuan Reskrim Polres Mempawah mengamankan empat orang atas dugaan kekerasan terhadap anak di bawah umur di Desa Antibar, Kecamatan Mempawah Timur, Kabupaten Mempawah, Provinsi Kalimantan Barat. (Kalimantansatu.com/Dok. Polres Mempawah )

KALIMANTANSATU.COM, MEMPAWAH - Satuan Reskrim Polres Mempawah mengamankan empat orang atas dugaan kekerasan terhadap anak di bawah umur di Desa Antibar, Kecamatan Mempawah Timur, Kabupaten Mempawah, Provinsi Kalimantan Barat.

Keempat orang itu terdiri dari satu dewasa dan tiga anak berhadapan dengan hukum (ABH).

Kapolres Mempawah AKBP Sudarsono melalui Kasatreskrim Iptu Fadhila Nugrah Sakti mengungkapkan, empat pelaku itu diamankan lantaran diduga melakukan kekerasan fisik dan bullying terhadap tujuh korban anak di bawah umur.

"TKP di Lapangan Grasstrack GOR Opu Daeng Menambon Desa Antibar Kecamatan Mempawah Timur," ungkap Iptu Fadhila Nugrah Sakti saat konferensi pers di Aula Rupatama Polres Mempawah pada Kamis 2 Mei 2024.

Baca Juga: Innalillahi ! Kecelakaan Tewas di Tempat, Pemuda Mempawah Menjadi Korban Tabrak Lari Truk di Jembatan Nusapati

Saat itu, 7 korban diminta berdiri berbaris.

Lantas, dipukuli dengan kayu dan disuruh push up.

Tak berhenti sampai di situ saja, ketujuh anak bawa umur itu juga diceburkan ke kolam.

Keempat pelaku sempat mengabadikan momen kekerasan fisik dan bullying tersebut.

"Setiap aksi kekerasan fisik maupun bullying itu selalu dilakukan perekaman video dan foto via handphone,” timpal Kasatreskrim.

Baca Juga: Insiden Kecelakaan Pejalan Kaki vs Pengendara Motor di Sekadau ! Ternyata Pejalan Kaki Adalah Warga Sintang

Selanjutnya, foto-foto kekerasan dan bullying itu dimasukan ke WhatsApp Group (WAG) internal mereka.

"Bahkan, ada foto yang iseng dijadikan stiker WhatsApp," jelas Iptu Fadhila Nugrah Sakti.

Dari pengakuan para korban juga terkuak bahwa aksi kekerasan dan bullying itu sudah dilakukan sebanyak 7 kali sejak bulan Desember 2023 lalu.

"Pihak orangtua yang tidak terima anak-anak mereka jadi korban kekerasan fisik dan bullying melapor ke Mapolres Mempawah. Tim PPA dan Jatanras Satreskrim langsung mengamankan keempat pelaku untuk proses hukum lebih lanjut," pungkasnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: R Ridho Triwi D.N

Sumber: Polres Mempawah

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X