Terungkap Identitas Mayat di Sungai Kapuas Sintang yang Ditemukan oleh Warga Mengkurai

photo author
Prabu Warah, Kalimantan Satu
- Jumat, 3 Mei 2024 | 13:37 WIB
Polres Sintang mengevakuasi temuan satu orang mayat di perairan Sungai Kapuas Sintang, Kelurahan Mengkurai, Kecamatan Sintang, Kabupaten Sintang, Provinsi Kalimantan Barat pada Kamis 2 Mei 2024. (Kalimantansatu.com/Dok. Polres Sintang)
Polres Sintang mengevakuasi temuan satu orang mayat di perairan Sungai Kapuas Sintang, Kelurahan Mengkurai, Kecamatan Sintang, Kabupaten Sintang, Provinsi Kalimantan Barat pada Kamis 2 Mei 2024. (Kalimantansatu.com/Dok. Polres Sintang)

KALIMANTANSATU.COM - Polres Sintang mengevakuasi temuan satu orang mayat di perairan Sungai Kapuas Sintang, Kelurahan Mengkurai, Kecamatan Sintang, Kabupaten Sintang, Provinsi Kalimantan Barat pada Kamis 2 Mei 2024.

Sebelumnya, masyarakat sekitar melihat mayat pria tersebut hanyut di Sungai Kapuas.

Warga langsung berinisiatif menepikan mayat itu sambil menghubungi pihak kepolisian.

Terkait hal ini, Kapolres Sintang AKBP Dwi Prasetyo Wibowo mengungkapkan, identitas mayat itu bernama Mohamad Indra Maulana (20 tahun).

Baca Juga: Geger Penemuan Mayat Warga Sintang di Jalan Sepi ! Ditemukan Warga Sekitar saat Hendak Berangkat Memasang Pancingan dan Pukat

"Korban warga Kelurahan Loram Wetan, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, Provinsi Jawa Tengah," ungkap Kapolres Sintang pada Kamis 2 Mei 2024.

Korban adalah seorang mahasiswa yang berprofesi sebagai ABK Ponton BM VII.

Evakuasi mayat dilakukan oleh Satpolairud Polres Sintang, Tim SAR Gabungan dan warga sekitar.

"Jenazah korban akan dibawa oleh perusahaan, sehingga dapat diserahkan kepada pihak keluarga agar dapat dimakamkan," pungkas AKBP Dwi Prasetyo Wibowo.

Terjatuh dari Tongkang

Mohamad Indra Maulana dikabarkan terjatuh dari tongkang di Sungai Kapuas, Kabupaten Sintang pada Selasa 30 April 2024 sekitar jam 09:00 WIB.

Kepala kantor SAR Pontianak I Made Junetra menerangkan, saat terjatuh sebenarnya korban masih sempat mengapung di permukaan.

"Korban berjalan di atas tongkang yang sedang sandar, kemudian korban terpeleset dan terjatuh ke sungai. Korban sempat mengapung dan telah dilakukan upaya penyelamatan oleh juragan kapal, namun korban tidak dapat tertolong dan tenggelam," kata I Made Junetra kepada Kalimantansatu.com, Rabu 3 Mei 2024..

Sebelum ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, pencarian korban telah berlangsung selama tiga hari.

"Sejak menerima laporan, Tim SAR gabungan langsung melakukan pencarian terhadap korban. Pencarian baru membuahkan hasil setelah memasuki hari ketiga pada Kamis 2 Mei 2024," timpal I Made Junetra.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Prabu Warah

Sumber: Polres Sintang, Basarnas Pontianak

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X