Mengenal Batu Antik Lada Kabupaten Murung Raya Provinsi Kalimantan Tengah yang Unik. Siapa Penemu Batu Antik Lada ?

photo author
R Ridho Triwi D.N, Kalimantan Satu
- Minggu, 23 Juni 2024 | 19:54 WIB
Batu Antik Lada Kabupaten Murung Raya, Provinsi Kalimantan Tengah (Kalimantansatu.com/Dok. MMC Kalteng)
Batu Antik Lada Kabupaten Murung Raya, Provinsi Kalimantan Tengah (Kalimantansatu.com/Dok. MMC Kalteng)

KALIMANTANSATU.COM, KALTENG - Batu Antik Lada merupakan sebuah bongkahan batu andesit yang berada di aliran Sungai Rana (anak Sungai Bomban).

Batu Antik Lada terletak di Kabupaten Murung Raya, Provinsi Kalimantan Tengah.

Pads permukaan Batu Antik Lada terdapat gambar.

Dikutip Kalimantansatu.com dari BPCB Kaltim, gambar itu diantaranya, wayang, babi, ayam, rumah, dan aktivitas siap berperang memegang senjata.

Gambar itu  dibuat dengan teknik gores.

Baca Juga: Mengenal Apa itu Batu Uwod Bura di Desa Tambelum Sungai Babuat Kabupaten Murung Raya Kalimantan Tengah ! Disebut Tempat Para Bidadari Duduk dan Mandi

Ukuran batu Antik Lada lebih besar dibandingkan batu lain yang ada disekitarnya.

Ukuran Batu Antik Lada yakni lebar 1,64 meter dan tinggi 1,12 meter.

Batu Antik Lada ini tidak hanya ada satu bongkahan yang memiliki gambar namun ada bongkahan lain juga yang bergambar tetapi sudah aus dan kurang jelas terlihat.

Saat ini, Batu Antik Lada berada di bawah sebuah cungkup dari bahan kayu ulin, dan juga dipagar keliling.

Pada sisi utara Batu Antik Lada, dekat pagar ada prasasti yang dibuat menggunakan anggaran daerah.

Baca Juga: Sejarah Rumah Adat Rumbang Rongas Lamandau Kalimantan Tengah ! Atapnya Mirip Rumah Adat Gadang Sumatera Barat

Prasasti tersebut berisi keterangan “PRASASTI ANTIK LADA DIBANGUN PADA TAHUN 2005″.

Berdasarkan informasi, Batu Antik Lada ditemukan oleh salah satu warga Saripoi pada tahun 1985.

Penemu Batu Antik Lada bernama Bapak Hijau Jantan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: R Ridho Triwi D.N

Sumber: BPCB Kaltim Dirjen Kebudayaan Kemendikbud

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X