Sehingga pada Februari 2024, Nilai Tukar Petani (NTP) Kalbar meningkat 1,32 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
Pendorong utama adalah peningkatan indeks yang diterima petani pada subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat.
Diantaranya dari komoditas kelapa sawit dan karet.
Karena itu, perlu perhatian lebih untuk subsektor selain perkebunan, seperti salah satunya pertanian padi.
Kemudian, untuk inflasi Kalbar bulan Februari month-to-month (m-to-m) angkanya sebesar 0,08 persen.
Dimana pendorong utama inflasi m-to-m adalah kelompok makanan, minuman dan tembakau.
Terutama pada komoditas cabai rawit, beras, telur ayam ras, udang basah, dan ikan tongkol.
Selain makanan, komoditas angkutan udara juga termasuk dalam sepuluh besar pendorong utama inflasi bulan Februari 2024.
Beberapa komoditas pangan strategis masih berpotensi mengalami kenaikan di masa mendatang, mengingat adanya bulan ramadhan, dan idul fitri.
Pada kegiatan tersebut, Pj Gubernur Kalbar juga turut menyerahkan bantuan dari Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalbar berupa benih label ungu sebanyak 500 kg kepada dua kelompok tani padi produksi benih di Kecamatan Teriak.
(*)