kalbar-borneo

Nyawa Hilang di Senjata Api PCP ! Remaja Kabupaten Landak Nekat Akhiri Hidup Karena Dilarang Pergi Memancing

Rabu, 22 Mei 2024 | 09:11 WIB
Ilustrasi senjata dan peluru (Kalimantansatu.com/Pixabay Brett_Hondow)

DISCLAIMER : Berita atau artikel ini tidak bertujuan menginspirasi tindakan bunuh diri. Pembaca yang merasa memerlukan layanan konsultasi masalah kejiwaan atau pernah terbesit keinginan melakukan percobaan bunuh diri, jangan ragu bercerita, berkonsultasi atau memeriksakan diri ke psikiater di rumah sakit yang memiliki fasilitas layanan kesehatan jiwa sesuai domisili.

KALIMANTANSATU.COM, LANDAK - Lantaran dilarang oleh ibunya ketika hendak pergi memancing, seorang remaja mengakhiri hidup di Kecamatan Kuala Behe, Kabupaten Landak, Provinsi Kalimantan Barat pada Senin 20 Mei 2024 sekitar jam siang WIB.

Remaja Kecamatan Kuala Behe berusia 16 tahun itu menembak dirinya sendiri dengan senjata api PCP.

Kanit Reskrim Polsek Kuala Behe, Aiptu Suparaja mengungkapkan sebelum kejadian ini, korban sempat izin ke ibunya ingin pergi memancing.

Karena lokasi tujuan memancing jauh, maka ibu korban tidak mengizinkannya.

"Tidak dapat izin, korban langsung masuk ke kamar orang tuanya," ungkapnya dalam keterangan tertulis pada Selasa 21 Mei 2024.

Baca Juga: Warga Menyuke Ditangkap Polres Landak Karena Kasus Narkoba Jenis Sabu. Ini Sejumlah Barang Bukti yang Ditemukan

Selanjutnya saat pulang kerja, ayah korban mendengar suara tembakan dari dalam kamar sekitar jam 12:00 WIB.

Ayah korbanpun bergegas masuk ke dalam kamar dan melihat korban sudah tergeletak di lantai.

"Luka tembak di kening. Korban sempat dibawa ke Puskesmas Kuala Behe," terang Aiptu Suparaja.

Namun, nyawa korban tidak bisa terselamatkan.

"Keluarga menolak autopsi. Satu pucuk senjata jenis PCP diamankan sebagai barang bukti," jelasnya.

Saat ini, pihak Polsek Kuala Behe sudah memeriksa saksi-saksi dan masih melakukan penyelidikan lebih lanjut.

(*)

Tags

Terkini