kalbar-borneo

Uang & Cuan Tak Dibayar, Dugaan Penipuan Modus Lelang Arisan Online Terkuak. Masih Didalami ! Polres Sambas Sebut Kerugian Rp880,3 juta dari 21 Korban

Kamis, 6 Juni 2024 | 01:08 WIB
Ilustrasi modus penipuan arisan online (Kalimantansatu.com/Pixabay Mohamed_hassan)

KALIMANTANSATU.COM, SAMBAS - Kepolisian Resor (Polres) Sambas menguak dugaan kasus penipuan dengan modus lelang arisan online yang menjanjikan keuntungan menggiurkan.

Dalam hal ini, seorang wanita bernama Malisa menjadi pihak terlapor.

Sebelumnya, informasi dugaan kasus ini viral di media sosial.

Terkait hal ini, Kasat Reskrim Polres Sambas AKP Rahmad Kartono mengungkapkan, awalnya Malisa menyelenggarakan buka lelang arisan online pada Maret hingga Mei 2024.

Sebagai pemanis, Malisa menjanjikan keuntungan alias cuan fantastis yakni sebesar Rp3-7 juta.

Baca Juga: Astaga ! Ini Modus, Motif dan Kronologis Indogrosir Pontianak Rugi Rp371 Juta Akibat Penggelapan Barang oleh Dua Karyawannya

"Ada (salah satu) pelapor membeli 3 buah (arisan online) dengan total kerugian sebesar Rp25 juta. Dengan janji akan mendapatkan uang sebesar Rp45 juta. Ini dari saudara Mulyati yang kita terima laporannya," ungkapnya pada Rabu 5 Juni 2024.

Namun, keuntungan itu tak seperti janji Malisa. 

Bahkan ketika ditagih jatuh tempo, Malisa berdalih tidak punya uang untuk mengembalikan dan beralibi bahwa lelang arisan itu fiktif.

Hingga akhirnya, korban melaporkan Malisa ke pihak kepolisian.

"Setelah kita terima laporan tanggal 5 Juni 2024, Malisa menyerahkan diri ke Polda Kalbar. Kita lakukan penjemputan dan bawa ke Polres Sambas untuk dilakukan pemeriksaan secara intensif. Kami dari penyidik Satreskrim Polres Sambas tetap akan melakukan proses penyidikan secara profesional," tegas AKP Rahmat Kartono.

Baca Juga: Motifnya Bikin Ngelus Dada, CK Nekat Curi Uang Rp17,2 Juta Hasil Jual Rokok Saat Teman Tidur Nyenyak di Pemangkat Sambas. Ditangkap di Bandara Supadio

Berdasarkan pemeriksaan intensif yang dilakukan oleh pihak Satreskrim Polres Sambas, lebih kurang ada 21 korban dengan total kerugian mencapai Rp880,3 juta.

Korban-korban Malisa, lanjut dia, berasal dari sejumlah area diantaranya Pontianak, Jakarta dan Makassar.

"Informasi yang didapat katanya sekitar Rp4 Miliar. Namun fakta yang kita dapatkan sesuai hasil pemeriksaan dari korban itu kurang lebih sekitar Rp880,3 juta. Itu bukti-bukti yang sementara ini ada di kami," jelasnya.

Halaman:

Tags

Terkini